Arsip

Posts Tagged ‘puisi’

13 Agustus 2008

Agustus 15, 2008 nurcha Tinggalkan komentar

puisi oleh Ahmad “Gerrard”

Daun-daun berguguran
di depan rumahku yang selama ini dilupakan oleh kabut
Pagi ini, jalanan melukis dirinya sendiri
Dan ketika segala sesuatu harus terasa luput
Aku menghamba pada cintamu, wahai sang puteri

Daun-daun berguguran
Pada musim yang tidak diinginkan
Ketika hari-hari lebih mengenal orang bukan
Tapi itu bukan alasan untuk menjadi ilalang

Cempaka Putih, 13 Agustus 2008
Buat Kru Produksi! Tetap Semangat!

Categories: Filosofi, puisi Tag:

Kami bersyukur atas cinta ini, Ya Allah

Agustus 15, 2008 nurcha 2 komentar

Jalaludin Rumi

Jika kita menggali lubang untuk menjerumuskan orang ke dalamnya,
Kita sendiri yang akann terjerumus ke dalamnya.
Jangan menganyam sendiri kepompong ulat sutera dan jangan menggali lubang itu terlalu dalam.

Jangan mengira si lemah tak punya pelindung dan ucapkan kata-kata dari Qur`an,
“Kapankah pertolongan Allah akan datang?”
Kami bersyukur atas cinta ini, Ya Allah.
Cinta yang melaksanakan kemurahan tanpa batas.

Terhadap kekurangan kekurangan apa pun
dalam syukur kami yang mungkin membuat kami berdosa,
Cinta membuat terasa ‘cukup’
hingga pulih kembali laksana sedia kala
Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,
apa yang dapat dilakukan oleh manusia
yang seperti debu ini dengan cinta-Mu?

Categories: Catatan Perjalanan, Filosofi Tag:

Puisi Peti

Agustus 6, 2008 nurcha Tinggalkan komentar

oleh Taufiq Ismail

Fariduddin Attar bangunlah pada larut malam hari
Dan dia memikirkan tentang dunia ini
Ternyata dunia ini
Adalah sebuah peti
Sebuah peti yang besar dan tertutup di atasnya
Dan kita manusia berputar-putar di dalamnya
Dunia sebuah peti besar
Dan tertutup di atasnya
Dan kita terkurung di dalamnya
Dan kita berjalan-jalan di dalamnya
Dan kita bermenung di dalamnya
Dan kita beranak di dalamnya
Dan kita berkemenakan di dalamnya
Dan kita membuat peti di dalamnya
Read more…

Categories: Filosofi, puisi Tag:

You’re the Result of Yourself

By Pablo Neruda

Don’t blame anyone, never complain of anyone or anything
Because basically you have made of your life what you wanted.


Accept the difficulties of edifying yourself
And the worth of starting to correct your character.
The triumph of the true man arises from the ashes of his mistakes.

Never complain of your loneliness or your luck.
Face it with courage and accept it.
Somehow, they are the result of your acts and It shows that you’ll always win.

Don’t feel frustrated of your own failures, neither unload them to someone else.
Accept yourself now or you’ll go on justifying yourself like a child.

Remember that any time is good to start
And that no time is so good to give up.

Don’t forget that the cause of your present is your past,
As the cause of your future will be your present.

Learn from the brave, from the strong,
From who doesn’t accept situations
From who will live in spite of everything.

Think less of your problems and more of your work.
Learn to arise from your pain,
And to be greater than the greatest of your obstacles.

Look at the mirror of yourself and you’ll be free and strong
And you’ll stop being a puppet of circumstances.
For you yourself are your destiny.

Wake up and stare at the sun in the mornings and breathe the sun of dawn.
You’re part of the strength of your life now,

Rise up, fight, walk, be sure and you’ll win in life.
Don’t ever think of ‘fate’
For fate is the excuse of failures.

Categories: Filosofi Tag:

Hujan bulan Juni

Sapardi Joko Damono

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Categories: Blogroll, Filosofi Tag: