Ini adalah sedikit bagian yang menarik dari buku Manajemen Kekonyolan. Bahasa kerennya sih Management of the Absurd. Bukunya menarik. Entah diterbitkan oleh siapa. Aku donlot dari salah satu blog tetangga. Penulis buku ini mencoba melihat segala sesuatu hal dari sisi yang berbeda. Semoga bermanfaat.
Satu kali CEO sebuah perusahaan elektronik berskala menengah pernah mengatakan kepada penulis buku ini, bahwa dalam satu hari dia bisa melakukan perubahan bentuk organisasinya secara lengkap dengan lebih meratakan bagan organisasinya dan mengurangi serta menghilangkan beberapa tingkatan manajemen. Namun, diperlukan berhari-hari untuk membujuk satu orang agar memindahkan mejanya sejauh 3 meter. Kita semua sungguh-sungguh menderita dengan waktu yang diambil berlebihan untuk suatu isu- isu minor.
Tindakan Berani
General Motor menarik perhatian dunia bisnis pada 1991 ketika pembuat mobil tersebut mengumumkan bahwa mereka akan menutup 21 buah pabriknya dan memberhentikan ribuan karyawannya. Tampaknya menyakitkan. Suatu tindakan yang menggambarkan suatu kasus untuk perubahan-perubahan besar. Manajer-manajer perusahaan diyakinkan bahwa pengurangan harus dikerjakan. Mereka dapat melakukan hal itu terhadap satu pabrik pada satu kurun waktu dengan menuai publikasi negatif dan sikap bermusuhan sebagai reaksi karyawan dengan berbagai lika-liku caranya, atau mereka dapat mengenyampingkannya secepat mungkin dan mendorongnya dengan perbaikan bisnis. Keberhasilan mereka dengan pengurangan sekaligus tersebut tidak berjalan tanpa terlewatkan oleh perhatian perusahaan-perusahaan besar lainnya, yang kemudian melakukan hal yang sama seperti mereka.
Semenjak itu, penulis mencatat hal tersebut berlaku secara umum pada semua orang. Sangat sedikit dari kita mampu menanggapi kesuksesan orang lain dengan sensitivitas dan seluruh perasaan yang sama, yang kita kembangkan terhadap kegagalan orang. Sedikit dari kita yang memiliki pandangan atau kejujuran seperti yang dinyatakan oleh pengarang Gore Vidal ,”Manakala seorang teman sukses, ada sesuatu yang kecil mati dalam diri saya.” Namun lebih daripada sekedar hal itu, bahwa menanggapi kegagalan tampaknya membawa keluar sesuatu yang baik dari diri kita. Hal ini bukanlah apa yang kita inginkan ketika orang lain menderita; tetapi tentang sesuatu yang kita tahu lebih baik untuk berempati dengan orang yang menderita daripada dengan seorang yang sukses. Sekalipun kita bertepuk tangan dan memuji seseorang yang beruntung, tetapi lebih sulit bagi kita untuk berbagi pengalaman sukses daripada berbagi pengalaman gagal.
Mungkin itulah mengapa kabar burung atau gosip menyatukan kekuatan. Kita menyertakan pada kabar burung tadi bentuk-bentuk pengertian yang merendahkan, yang juga adalah mungkin satu pengalaman pembangunan komunitas dan ikatan sosial yang kita miliki. Karena bagaimanapun juga, gosip jarang berada di sekitar pernyataan dari kesuksesan orang lain. Sebab berbagi cerita dari masalah- masalah orang membawa kita pada kebersamaan.
Read more…
Komentar Terakhir