Arsip

Posts Tagged ‘Manajemen’

P.E.R.S.O.N.A.L.I.T.Y.

Desember 5, 2008 nurcha 2 komentar

img_0198

Ini adalah kutipan dari buku Whatever You Think Think The Opposite karya Paul Arden. Mengapa aku mengutipnya, karena ini akan berkaitan dengan tulisan selanjutnya.

Ketika merenungkan hidup Anda, ada hal-hal yang akan Anda sesali. Anda telah mengambil keputusan yang salah.

SALAH.

Anda telah mengambil keputusan yang benar. Hidup adalah tentang mengambil keputusan.

  1. Apakah saya akan memiliki mobil yang praktis atau mobil yang cepat?
  2. Apakah saya seharusnya kuliah atau bekerja?
  3. Apakah saya akan minum anggur, bir, atau air?

Apa pun keputusan yang Anda ambil, itulah satu-satunya keputusan yang dapat Anda ambil. Jika tidak, Anda akan mengambil keputusan yang lain. Apa pun yang kita lakukan, kitalah yang memilih. Jadi apa yang harus disesali.

You are the person you choose to be

Nah itu dia. Jadi sebenernya aku mau nulis tentang aku, mungkin pembaca, atau siapa pun yang akhirnya membaca tulisan ini. Ini berkaitan dengan pelatihan Personality Plus yang diadakan oleh Pak Ardiansyah, Advisor di kantorku.

Read more…

Nasihat Paradoks

Agustus 13, 2008 nurcha Tinggalkan komentar

Dalam satu film Frank Capra yang terkenal pada 1930-an, yaitu Mr. Smith Goes to Washington, James Stewart berperan sebagai seorang anak muda yang dipilih menjadi Senat Amerika. Sebelum pergi ke Washington, dia didorong oleh ayahnya yang memberikan dia nasehat paradoks. “Sebab-sebab kegagalan adalah satu-satunya harga yang diperjuangkan.” Pernyataan konyol tersebut menohok pikiran penulis buku Management of the Absurd bertahun-tahun lamanya. Menurutnya baru sekaranglah dia mulai mengerti apa itu artinya. Sebab-sebab kegagalan merupakan sesuatu yang paling berharga untuk diperjuangkan, karena yang demikian cenderung menjadikannya lebih penting dan lebih manusiawi dan membutuhkan kita untuk meningkatkan hidup menjadi yang terbaik di dalam diri kita, menyempurnakan diri dan dunia kita. Sebab-sebab kegagalan tidak dapat menang, tetapi karena hal tersebut begitu penting bagi kita, maka paling tidak kita harus mencobanya.

Categories: Buku Tag:

Manajemen Kekonyolan

Agustus 13, 2008 nurcha Tinggalkan komentar

Ini adalah sedikit bagian yang menarik dari buku Manajemen Kekonyolan. Bahasa kerennya sih Management of the Absurd. Bukunya menarik. Entah diterbitkan oleh siapa. Aku donlot dari salah satu blog tetangga. Penulis buku ini mencoba melihat segala sesuatu hal dari sisi yang berbeda. Semoga bermanfaat.

Satu kali CEO sebuah perusahaan elektronik berskala menengah pernah mengatakan kepada penulis buku ini, bahwa dalam satu hari dia bisa melakukan perubahan bentuk organisasinya secara lengkap dengan lebih meratakan bagan organisasinya dan mengurangi serta menghilangkan beberapa tingkatan manajemen. Namun, diperlukan berhari-hari untuk membujuk satu orang agar memindahkan mejanya sejauh 3 meter. Kita semua sungguh-sungguh menderita dengan waktu yang diambil berlebihan untuk suatu isu- isu minor.

Tindakan Berani

General Motor menarik perhatian dunia bisnis pada 1991 ketika pembuat mobil tersebut mengumumkan bahwa mereka akan menutup 21 buah pabriknya dan memberhentikan ribuan karyawannya. Tampaknya menyakitkan. Suatu tindakan yang menggambarkan suatu kasus untuk perubahan-perubahan besar. Manajer-manajer perusahaan diyakinkan bahwa pengurangan harus dikerjakan. Mereka dapat melakukan hal itu terhadap satu pabrik pada satu kurun waktu dengan menuai publikasi negatif dan sikap bermusuhan sebagai reaksi karyawan dengan berbagai lika-liku caranya, atau mereka dapat mengenyampingkannya secepat mungkin dan mendorongnya dengan perbaikan bisnis. Keberhasilan mereka dengan pengurangan sekaligus tersebut tidak berjalan tanpa terlewatkan oleh perhatian perusahaan-perusahaan besar lainnya, yang kemudian melakukan hal yang sama seperti mereka.

Semenjak itu, penulis mencatat hal tersebut berlaku secara umum pada semua orang. Sangat sedikit dari kita mampu menanggapi kesuksesan orang lain dengan sensitivitas dan seluruh perasaan yang sama, yang kita kembangkan terhadap kegagalan orang. Sedikit dari kita yang memiliki pandangan atau kejujuran seperti yang dinyatakan oleh pengarang Gore Vidal ,”Manakala seorang teman sukses, ada sesuatu yang kecil mati dalam diri saya.” Namun lebih daripada sekedar hal itu, bahwa menanggapi kegagalan tampaknya membawa keluar sesuatu yang baik dari diri kita. Hal ini bukanlah apa yang kita inginkan ketika orang lain menderita; tetapi tentang sesuatu yang kita tahu lebih baik untuk berempati dengan orang yang menderita daripada dengan seorang yang sukses. Sekalipun kita bertepuk tangan dan memuji seseorang yang beruntung, tetapi lebih sulit bagi kita untuk berbagi pengalaman sukses daripada berbagi pengalaman gagal.

Mungkin itulah mengapa kabar burung atau gosip menyatukan kekuatan. Kita menyertakan pada kabar burung tadi bentuk-bentuk pengertian yang merendahkan, yang juga adalah mungkin satu pengalaman pembangunan komunitas dan ikatan sosial yang kita miliki. Karena bagaimanapun juga, gosip jarang berada di sekitar pernyataan dari kesuksesan orang lain. Sebab berbagi cerita dari masalah- masalah orang membawa kita pada kebersamaan.

Read more…

Categories: Buku Tag:

Perusahaan Ketika….

Juni 11, 2008 nurcha Tinggalkan komentar

Ketika sudah berada dalam sebuah perusahaan, selalu ada suka dan dukanya. Semuanya terus berkembang, cepat ataupun lambat. Hal yang paling menyenangkan, salah satunya adalah mencari tahu apa yang sebenarnya ada di kepala manajer dan apa sebenarnya sistem yang digunakan oleh sebuah perusahaan dalam memberdayakan karyawannya. Rasanya seperti puzzle game. Atau game apa ya …

Belakangan ini aku banyak membaca buku manajemen. Buku teks manajemen tulisan Richard L. Daft terbitan Salemba Empat. Ada banyak hal tentang manajemen, manajerial, kepemimpinan, sistem, wah pokoknya banyaklah. Intinya semuanya berkaitan dengan pengaturan orang (SDM), sistem, finansial, dan marketing atau cara mendapatkan pelanggan. Ya, tetap saja ujung-ujungnya PM alias Piti Masuk.
Read more…