Indonesian Book Fair
Baru saja selesai blogwalking ke blog seorang teman, dia bercerita tentang pengalamannya menjelajah di Indonesian Book Fair. He he he iri saja sebenarnya, secara dia yang dari Bandung dah berangkat dan menjelajah Indonesian Book Fair, sedangkan aku yang tinggal di Jakarta masih asyik saja jaga gawang sambil berkutat dengan pagemaker dan pencarian gambar.
Info tentang apa yang terjadi Indonesian Book Fair kudapat dari temanku saja, tetapi itu juga hanya kabar tentang omzet dan jumlah pengunjung yang datang di Stand kantor kami. Selalu ada fluktuasi omzet. Haah, kenapa di otakku sekarang yang ada hanya omzet dan omzet. Padahal pameran buku tidak melulu itu yang dipikirkan. Masih ada banyak hal yang menarik di sana. Sayangnya aku belum ke sana sama sekali. Ada banyak tempat yang ingin aku kunjungi jika aku berangkat ke sana. Salah satu tujuannya adalah bertemu dengan kawan-kawan lama, ketika aku masih di Bandung….. Jadi kangen sama Bandung aku.
Balik lagi ke blog temanku itu, dia juga bercerita soal kegilaannya terhadap buku, he he he kegilaan yang bikin ngiri, karena bebas membeli buku, secara kalau aku masih punya kendala finansial wakakakak. Tapi terlepas dari itu, beberapa prinsipnya sama dengan aku. Aku tidak punya banyak barang, barang yang terbanyak milikku adalah buku, buku, dan buku, meskipun tidak terlalu banyak. Tapi itu cukuplah jadi hartaku yang berharga.
Sudah malam, Barry Manilow masih menemani aku dengan can’t smile without you-nya. nice song….

Komentar Terakhir