Sekelumit fakta tentang Nurchasanah
Nurchasanah, dilahirkan di Cirebon pada tanggal 13 Juli 1980. Aku adalah anak pertama dan perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara. Seorang Musafir yang berkelana sejak kuliah, merantau ke Semarang dan Bogor, lalu bekerja di Jakarta, dan sekarang mencari penghidupan di Bandung. Ada banyak cita-citanya, salah satunya adalah pergi keliling Indonesia dan dunia untuk mencicipi eksotisme kopi.
Hingga sekarangpun aku masih merantau…hingga saatnya tiba, saat raga tidak bersatu lagi dengan nyawa…
Kota Kembang, 7 Agustus 2007
Nurchasanah
Nurchasanah….The Second Profile
Nurchasanah menurut akte kelahirannya tercantum bahwa ia terlahir pada hari ahad, tanggal 13 Juli 1980. Dia anak pertama dari 3 bersaudara, adiknya laki-laki semua. Adiknya, bernama Mohammad Muhaemin, dia lahir juga hari ahad tanggal 23 Mei 1982 kedua hanya berbeda 2 tahun darinya, sudah menikah dan sebentar lagi hendak menjadi seorang ayah, dan nampaknya dia lebih dewasa daripada kakaknya. Adiknya yang ketiga masih bersekolah di tingkat menengah pertama alias SMP kelas 2.Nurchasanah adalah nama yang diberikan oleh kakeknya. Ketika masuk SMA, dia sempat protes dan ngambek pada kedua orangtuanya, lantaran memberi nama yang pasaran alias tidak unik. Mengapa? Karena, ketika masuk SMA ada 4 orang yang bernama Nurhasanah dengan berbagai macam ejaannya, ada yang Nurchasanah, Nur Chasanah, Nurhasanah, dan Nur Hasanah. Wah pokoknya banyaklah. Dan saat itu, ketika masuk ke kelas, ada 3 orang nama Nurchasanah di kelas itu. Hal itu membuatnya cukup kesal, sebal, dan bertanya-tanya kenapa orangtua memberi nama yang pasaran.
Sepulangnya dari sekolah, Nurchasanah yang sedang kesal itu sambil bersungut-sungut bertanya pada ibunya, “Mah, kenapa sih dikasih nama yang pasaran. Tadi di sekolah ada 4 yang namanya sama.” Lalu dengan tenang, ibunya menjawab, “Nung, itu yang ngasih nama abah. Kan anak pertama, jadi abah mau ngasih nama, dan dikasih nama itu. Engga pa pa kan, artinya kan bagus,” begitulah kira-kira jawaban ibunya. Jawaban itu memang benar, tapi tetap saja tidak mengurangi rasa kesalnya waktu itu.
Belakangan, dia mulai melihat namanya dari sisi yang berbeda. Memang pasaran (dan itu masih membuatnya kesal—kadang-kadang), tapi banyak orang memberikan nama itu sebagai nama pada anak-anak mereka, karena artinya yang bagus. Nurchasanah—cahaya kebaikan, cahaya yang baik, orang yang bisa memberi cahaya kebaikan pada orang yang ada di sekelilingnya (dia pun akhirnya berharap dia bisa menjadi cahaya kebaikan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya).
Narsis abis bgt, udah kehabisan malah….
secara…hahahaha…bukannya narsis…tapi itulah cara mengeliminasi rasa pesimis…wakakak
Petualang kopi sejati. Hehehe!
Selamat blog-nya…
Ayo diisi dengan hal-hal bermanfaat.
membaca profilnya daku tersentuh.. hiks2… demi mencicipi kopi harus kemana2….
mauu doonnk kopi nya….
membaca profilnya daku sangat tersentuh… berjuang sendiri mengarungi luasnya kota bogor dan bandung demi secangkir kopi hiks2….
padahal kalo orang lain mah mencari sesuap nasi.. untuk hidup…
MbAK Nung tetap semangat yang terus berkobar walaupun bnyak hal-hal yang terduga…!
Kopi dan Sensasi
Kamu demi kopi……aku demi sensasi……
Deuuu… yang nyari kopiii…
YUk, ngopi bareng, tapi dtraktir yak..
Warung kopi di Gresik bertebaran sangat banyak sekali (di gang-gang kampung, cafe bahkan di restoran), kali-kali mampir dong ke Gresik nanti tak traktir kopi sepuas-puasnya.
blogger bandung juga? waaaahhhh…. salam kenal!!!
*habis jalan2 dari tempatnya jejakpena*
salam kenal, sesama blogger bandung
*abis jalan2 dari tempat hiruta*
Enung, apa kabar? ini aku mampir.
Jadi kangen masa2 di tembalang dulu…
Isna, Lili, Yeni, etc.
Miz u all…….
Semoga Allah selalu melindungi kita. Amin…
Kalau punya naskah, jangan minta diedit sama Mba Nur, soalnya pasti minta cokelat. hehehe..
editor neh
keren, pekerjaan dewa
btw, punya rekomendasi kopi paling enak?
buat hk
…belum..belum menjelajah warung kopi soalnya
nama temen saya nurhasnah…
eh mo nanya, blogger-blogger bandung ada pertemuannya ga sih?
he he he…aku ga tau
wah.. udah pernah nyicipi kopi Gayo blom??? klo blom pernah rugiii.. apalagi langsung didapetin dari kebun kopi nya yg terletak di dataran tinggi Gayo Aceh Tengah..
assalamu’alaikum,
salam kenal mbak, saya kelahiran Cirebon juga lho
Waalaikumsalam
Salam kenal juga. Cirebon emang oke he he he
halo mbak, salam kenal, yas mal creb juga lho
walaupun sekarang yas tinggal di stockholm.
InsyaAllah bulan juni-juli 2008 yas mo mudik ke
cerbon. C U there…???
Okelah…diatur aja waktunya…semoga bisa ketemu. GImana Stockholm… lagi musim dingin… wah seneng juga… blog ini bisa ke buka di Stockholm
lam kenal aq jga asli crb!!
skrg kul di yogya.. dah pernah coba kopi jozz (kopi dikasih areng panas) patut dicoba tuh..
di angkringan tugu mantep!!!!!
salam kenal..
pernah di semarang kan? ada kopi enak lo.. di Bawean Cafe…(kalo gak salah namanya)…
Ass. Ukhti Nurchasanah
Terima kasih untuk lirik lagu ordinary world-nya duran duran, lagu itu nyatu banget ma aq juga harmonisasi musiknya yang mengena, layaknya sebagai seorang manusia, lagu itu tumbuh dan menginspirasi keberadaan manusia : No perfecto.
Wassalam
Rury Mey EKo hastantyo
salam kenal, senang ketemu orang sekampung. sekarang di mana? jakarta? bandung? atau msh cirebon?
salam kenal…
petualangannya sudah puas belum…
adiknya sudah nikah kan…
lha kalo kakaknya gimana??
he3x
salam kenal, mbak..
salam kenal juga buat semuanya. tengkyu dah mampir ke blog aku…. damai damai he he he
enjoy aja yah dengan namamu yang pasaran itu. Nama itu sangat berguna alias penting. Kopi apa aja yang sudah dicoba? Kopiku sudah belum? Salam kenal.