jump to navigation

MDG, No one else but us! Maret 29, 2008

Posted by nurcha in My Mind, Tulisan aku!.
add a comment

Millennium development goals is a fundamental set of principles and guidelines pledged by 191 member states of the united nations to combat poverty, hunger, disease, illiteracy, environmental degradation and gender inequality by the year 2015. So for the member of United States like or not, easy or hard must implement this millennium development goals in 2015 and so do Indonesia.

Truly, I don’t know for other states, but for Indonesia, I think implementing the millennium development goals successful and timely by 2015 is not such easy when we say, write or just pledge it.
Why so pessimistic? Maybe we can say it is a pessimistic statement, but I think this pessimistic statement is based on reality in Indonesia.
But don’t take much time to be pessimistic its wasting energy and wasting time. To be the best or just better we must do a thing as good as possible as a citizen, as a minister, as everything we are.

(more…)

Hormon PYY, Alternatif Untuk Mengurangi Berat Badan? Maret 29, 2008

Posted by nurcha in Kesehatan & Gizi, Tulisan aku!.
add a comment

Dunia dilanda oleh obesitas, bahkan gejala obesitas yang sudah mendunia ini diplesetkan menjadi globesitas. Diet makanan ala barat dan gaya hidup sedentary (santai) sering kali dituduh menjadi penyebab mendunianya obesitas ini. Maraknya gerai-gerai fast food di negara berkembang seringkali diplesetkan pula menjadi salah satu parameter modern suatu negara. Gerai-gerai fast food tersebut diantaranya menyajikan 2 menu utama yaitu Burger dan Coca Cola. Dan lagi-lagi dua ikon itu diplesetkan menjadi cara ekspansi pola makan ala barat ke negara-negara berkembang sebagai Burgerisasi dan Coca-Colanisasi.

(more…)

EQ vs IQ …. in Life Maret 29, 2008

Posted by nurcha in Curhatan, My Mind, Tulisan aku!.
add a comment
Sesungguhnya kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
(QS At-Tiin: 4)
Emosi memainkan peran yang penting dalam kehidupan, dan spesies manusia berutang amat banyak pada kekuatan emosi karena dengan adanya emosilah manusia dapat menunjukkan keberadaannya. Kecerdasan emosi merupakan prasyarat mutlak bagi seseorang untuk mencapai satu prestasi kesuksesan.

Sebuah kesuksesan menuntut kematangan pribadi dan itu adalah kecerdasan emosi.
Kerasnya kehidupan saat ini membuat manusia menjadi buta emosi. Derasnya informasi yang sampai kepada kita penuh dengan lenyapnya sopan santun dan rasa aman, menyiratkan adanya serbuan dorongan sifat jahat. Dan dalam skala yang lebih besar berita itu memberikan gambaran adanya emosi-emosi yang secara perlahan tidak terkendalikan dalam kehidupan kita sendiri dan dalam kehidupan orang-orang sekitar kita. Tidak ada orang yang mampu bertahan dari gelombang ketidaktentuan ledakan kemarahan dan sesal ini. Gelombang ini telah menembus sisi sisi kehidupan kita dengan segala cara.

Mengglobalnya tindak kekerasan di seluruh dunia memncerminkan meningkatnya ketidakseimbangan emosi, keputusasaan dan rapuhnya moral di dalam keluarga kita, masyarakat dan kehidupan kita bersama. Tekanan moral berupa terurainya jalinan masyarakat yang semakin cepat, sifat mementingkan diri sendiri, kekerasan dan sifat jahat nampaknya telah menggerogoti sisi – sisi baik kehidupan masyarakat. Dan hal tersebut sudah merupakan alasan yang cukup untuk mendukung perlunya kecerdasan emosional yang bertumpu pada hubungan antara perasaan, watak dan naluri moral.
Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa sikap etik dasar dalam kehidupan berasal dari kemampuan emosional yang melandasinya. Misalnya dorongan hati merupakan medium emosi; benih semua dorongan hati adalah perasaan yang memunculkan diri dalam bentuk tindakan. Orang yang dikuasai dorongan hati yang kurang memiliki kendali diri menderita kekurangmampuan pengendalian moral: kemauan dan watak. Dengan cara yang sama akar cinta sesama terletak pada empati, yaitu kemampuan membaca emosi orang lain tanpa adanya kepekaan terhadap kebutuhan atau penderitaan orang lain, tidak akan timbul rasa kasih sayang.

Warisan genetik memberi kita serangkaian muatan emosi tertentu yang menentukan temperamen kita. Tetapi jaringan otak yang terlibat sangat mudah dibentuk-bentuk. Pelajaran-pelajaran emosi yang kita peroleh semasa kanak-kanak, dirumah dan di sekolah akan membentuk sirkuit-sirkuit emosi, membuat kita cakap atau tidak cakap dalam hal dasar-dasar kecerdasan emosional. Ini berarti bahwa masa kanak-kanak dan remaja merupakan peluang terbuka yang penting untuk mengarahkan kebiasaan-kebiasaan dan mengembangkan emosi yang esensial yang akan menentukan kehidupan kita di masa yang akan datang.

Pakar EQ (Emotional Quotient), Goleman berpendapat bahwa meningkatkan kualitas kecerdasan emosi sangat berbeda dengan IQ (Intellegent Quotient). IQ umumnya tidak berubah selama kita hidup. Sementara kemampuan yang murni kognitif relatif tidak berubah (IQ), maka kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja. Tidak peduli orang itu peka atau tidak, pemalu atau pemarah atau sulit bergaul dengan orang lain sekalipun, dengan motivasi dan usaha yang benar kita dapat mempelajari kecakapan emosi tersebut. Dan yang paling penting adalah kecerdasan emosi ini dapat meningkat dan terus ditingkatkan sepanjang kita hidup.

NB: Ini tulisan jaman dulu…. bekas makalah kuliah

PERJALANAN MENEMBUS WAKTU MUNGKINKAH….? Februari 11, 2008

Posted by nurcha in Film, Filosofi, My Mind, Tulisan aku!.
3 comments

In wisdom there is no logic
In science, logic is often but not permanently effective
(Brouwer, 1990) 

Kisah petualangan menembus waktu senantiasa menjadi fiksi besar dan selalu menarik untuk dibahas dan diperbincangkan. Berabad-abad lamanya para filosof dan ilmuwan berusaha mendefinisikan tentang waktu. Dan waktu itu sendiri sudah sejak lama menjadi subyek sentral bagi agama dan kebudayaan-kebudayaan dunia.
Waktu biasanya diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Ada masa lalu, masa kini dan masa depan. Yang sering jadi pertanyaan besar adalah apakah kita bisa kembali ke masa lalu atau dapat melihat masa depan kita ? itu masih menjadi misteri. Misteri waktu.

Ada berbagai pertanyaan mengenai definisi dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Diantaranya adalah apakah masa lalu itu? Apakah masa depan hanya ilusi semata ataukah waktu itu adalah sebuah proyeksi dari sifat asimetri yang ada dalam diri kita. Kemudian pertanyaan yang menggelitik para ilmuwan fisika masa kini diantaranya adalah mungkinkah manusia dapat bergerak bolak-balik antara masa lalu dan masa depan ataukah hanya bisa meluncur ke masa depan?
Ilmuwan fisika generasi terakhir (generasi kuantum) menganggap bahwa tamasya tembus waktu sebagaimana dituangkan dalam film-film fiksi ilmiah sebagai sebuah ide serius –walaupun sampai saat ini belum dapat terwujud-. Sehingga topik-topik mengenai cara pembuatan mesin waktu dan hal-hal yang berkaitan dengannya menjadi sebuah fair game bagi para fisikawan teoritis.

(more…)

Man is more than all the essence together can say about him Februari 11, 2008

Posted by nurcha in Filosofi, My Mind, Tulisan aku!.
add a comment

Otak manusia memiliki berat kurang lebih satu setengah kilogram dan terdiri dari sel-sel dan cairan saraf. Berkaitan dengan hal ini ada satu hipotesis yang cukup kontroversial yang dikemukakan oleh Francis Crick satu dari dua penemu DNA. Dalam The Astonishing Hypothesis, Crick menggabungkan presentasi data dari neurosains dan filsafat materialis secara eksplisit.

Crick menyebutkan sebuah hipotesis yang mengejutkan bahwa kita-kebahagiaan dan kesedihan kita, memori dan ambisi kita, rasa identitas dan kebebasan kehendak kita –dengan kata lain emosi kita–pada hakikatnya tak lebih dari perlaku sekumpulan sel saraf dan molekul-molekul yang berkaitan. Sebagaimana yang dikatakan tokoh Alice dalam karya Lewis Carroll, “kita tidak lain adalah sekumpulan saraf”.

Pendapat Crick diatas mungkin boleh jadi mengandung kebenaran secara ilmiah, namun hal tersebut dilihat dari sisi lain oleh Alija Izetbegovic yang dikutip oleh Taufikurahman dalam pengantar buku Runtuhnya Teori Evolusi oleh Harun Yahya mungkin dapat dijadikan sebuah perenungan. Secara sudut pandang psikologi Alija mengungkapkan bahwa sains (psikologi) mungkin dapat melukis perkembangan manusia dengan baik, tetapi sains modern seringkali gagal menangkap dimensi hakiki dari realitas.

Pengetahuan mengenai perkembangan manusia adalah mungkin hanya jika manusia itu merupakan bagian dari dunia atau produk dunia. Namun ini tidak terjadi jika ia berbeda dari alam, manusia adalah makhluk yang didalamnya, jika dia adalah suatu kepribadian. Karena pada hakekatnya pertumbuhan dan perkembangan manusia bukan hanya sekedar hasil penjumlahan fungsi-fungsi biologi dan psikologi sebagaimana lukisan tidak dapat dikurangi nilainya setara dengan jumlah cat yang digunakannya, atau puisi dengan kata-katanya.

Morfologi dan psikologi ataupun neurosains hanya menggambarkan bagian luar dari manusia. Karena manusia bukan sejumlah atau beberapa materi pembangunnya. Manusia lebih seperti sebuah lukisan, sebuah masjid atau sebuah puisi. Man is more than all the essence together can say about him.