jump to navigation

PERJALANAN MENEMBUS WAKTU MUNGKINKAH….? Februari 11, 2008

Posted by nurcha in Film, Filosofi, My Mind, Tulisan aku!.
3 comments

In wisdom there is no logic
In science, logic is often but not permanently effective
(Brouwer, 1990) 

Kisah petualangan menembus waktu senantiasa menjadi fiksi besar dan selalu menarik untuk dibahas dan diperbincangkan. Berabad-abad lamanya para filosof dan ilmuwan berusaha mendefinisikan tentang waktu. Dan waktu itu sendiri sudah sejak lama menjadi subyek sentral bagi agama dan kebudayaan-kebudayaan dunia.
Waktu biasanya diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Ada masa lalu, masa kini dan masa depan. Yang sering jadi pertanyaan besar adalah apakah kita bisa kembali ke masa lalu atau dapat melihat masa depan kita ? itu masih menjadi misteri. Misteri waktu.

Ada berbagai pertanyaan mengenai definisi dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Diantaranya adalah apakah masa lalu itu? Apakah masa depan hanya ilusi semata ataukah waktu itu adalah sebuah proyeksi dari sifat asimetri yang ada dalam diri kita. Kemudian pertanyaan yang menggelitik para ilmuwan fisika masa kini diantaranya adalah mungkinkah manusia dapat bergerak bolak-balik antara masa lalu dan masa depan ataukah hanya bisa meluncur ke masa depan?
Ilmuwan fisika generasi terakhir (generasi kuantum) menganggap bahwa tamasya tembus waktu sebagaimana dituangkan dalam film-film fiksi ilmiah sebagai sebuah ide serius –walaupun sampai saat ini belum dapat terwujud-. Sehingga topik-topik mengenai cara pembuatan mesin waktu dan hal-hal yang berkaitan dengannya menjadi sebuah fair game bagi para fisikawan teoritis.

(more…)

Man is more than all the essence together can say about him Februari 11, 2008

Posted by nurcha in Filosofi, My Mind, Tulisan aku!.
add a comment

Otak manusia memiliki berat kurang lebih satu setengah kilogram dan terdiri dari sel-sel dan cairan saraf. Berkaitan dengan hal ini ada satu hipotesis yang cukup kontroversial yang dikemukakan oleh Francis Crick satu dari dua penemu DNA. Dalam The Astonishing Hypothesis, Crick menggabungkan presentasi data dari neurosains dan filsafat materialis secara eksplisit.

Crick menyebutkan sebuah hipotesis yang mengejutkan bahwa kita-kebahagiaan dan kesedihan kita, memori dan ambisi kita, rasa identitas dan kebebasan kehendak kita –dengan kata lain emosi kita–pada hakikatnya tak lebih dari perlaku sekumpulan sel saraf dan molekul-molekul yang berkaitan. Sebagaimana yang dikatakan tokoh Alice dalam karya Lewis Carroll, “kita tidak lain adalah sekumpulan saraf”.

Pendapat Crick diatas mungkin boleh jadi mengandung kebenaran secara ilmiah, namun hal tersebut dilihat dari sisi lain oleh Alija Izetbegovic yang dikutip oleh Taufikurahman dalam pengantar buku Runtuhnya Teori Evolusi oleh Harun Yahya mungkin dapat dijadikan sebuah perenungan. Secara sudut pandang psikologi Alija mengungkapkan bahwa sains (psikologi) mungkin dapat melukis perkembangan manusia dengan baik, tetapi sains modern seringkali gagal menangkap dimensi hakiki dari realitas.

Pengetahuan mengenai perkembangan manusia adalah mungkin hanya jika manusia itu merupakan bagian dari dunia atau produk dunia. Namun ini tidak terjadi jika ia berbeda dari alam, manusia adalah makhluk yang didalamnya, jika dia adalah suatu kepribadian. Karena pada hakekatnya pertumbuhan dan perkembangan manusia bukan hanya sekedar hasil penjumlahan fungsi-fungsi biologi dan psikologi sebagaimana lukisan tidak dapat dikurangi nilainya setara dengan jumlah cat yang digunakannya, atau puisi dengan kata-katanya.

Morfologi dan psikologi ataupun neurosains hanya menggambarkan bagian luar dari manusia. Karena manusia bukan sejumlah atau beberapa materi pembangunnya. Manusia lebih seperti sebuah lukisan, sebuah masjid atau sebuah puisi. Man is more than all the essence together can say about him.

Pengaturan Kasta Pada Lebah Februari 11, 2008

Posted by nurcha in Filosofi, Kisah, Tulisan aku!.
add a comment

Oleh: Nurchasanah

Lebah merupakan salah satu serangga sosial selain semut dan rayap. Dan salah satu keunikan serangga sosial adalah adanya kasta-kasta sebagaimana pada masyarakat hindu. Berbeda dengan kasta pada masyarakat hindu, kasta pada lebah terbagi menjadi tiga yang terdiri atas ratu, pejantan dan lebah pekerja. masyarakat lebah hidup rukun dalam koloni, hidup bergotong royong dan selalu berdisiplin dalam melakukan berbagai tugas untuk kesejahteraan koloninya.

Sebuah koloni lebah terdiri dari satu ratu dan lebih dari 80.000 ekor lebah pekerja. pembagian kasta tersebut seiring sejalan dengan pembagian peran yang sangat rapi.

Lebah ratu

  • Lebah ini bersifat fertil dan merupakan mesin penghasil telur, hal ini ditunjang dengan struktur tubuhnya yang lebih besat dari lebah pekerja dan memiliki abdomen perut yang lebih panjang pula

Lebah pejantan

  • Lebah pejantan disebut juga sebagai drone. Lebah ini hanya bertugas untuk mengawini ratu. Tapi malangnya umurnya hanya seumur jagung, karena ketika musim kawin tiba maka saat itulah kematiannya. Tepatnya sesaat setelah ia selesai mengawini ratunya.

Lebah pekerja

  • Lebah pekerja merupakan kelompok lebah steril alias mandul. Mereka sangat perkasa walaupun tugasnya bertumpuk. Mengurusi segala kebutuhan koloninya dari A-Z, termasuk mencari makanan. Bayangkan betapa sibuknya kehidupan sehari-hari lebah pekerja ini.

(more…)

Paradoks Teknologi Kloning Manusia Februari 9, 2008

Posted by nurcha in Filosofi.
2 comments

Oleh : Nurchasanah

Ilmu pengetahuan harus dicari dalam rangka pengabdian kepada Allah dan untuk mencari ridho-Nya. Mencari ilmu adalah ibadah maka ia tidak boleh dicari untuk mengadakan pengingkaran kepada-Nya atau bahkan untuk menandingi-Nya. Oleh karenanya manusia sebagai wakil Allah yang memegang amanah-Nya tidak boleh memajukan ilmu pengetahuan dengan mengorbankan alam. Melainkan sebagai penjaga alam manusia harus mempelajari alam untuk mengapresiasi ayat-ayat Allah dan bukan malah sebaliknya menjarah alam demi kesejahteraan pribadi atau golongan.
Oleh karenanya studi tentang semesta seharusnya diarahkan pada dua hasil yaitu pemahaman tentang dunia material yang diperoleh dari pemahaman dan refleksi atas realitas-realitas spiritual—walau kadang hal sebaliknya juga dapat terjadi. Maka dapat dirunut bahwa sebenarnya ada keterkaitan antara ilmu, keadilan dan kepentingan publik. Ketiga hal itu memberikan panduan bahwa ilmu pengetahuan harus dikembangkan untuk memajukan prinsip-prinsip persamaan, keadilan sosial dan nilai-nilai lain yang didukung oleh masyarakat dan kebudayaan muslim.

(more…)

The Veil Februari 8, 2008

Posted by nurcha in Filosofi.
add a comment

Is an act of faith, a symbol,

For all the world to see

A simple cloth, to protect her dignity .…