jump to navigation

Ketika …. April 18, 2008

Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.
add a comment

Ketika kita harus menutup celah yang berlubang, itu adalah hal yang harus dilakukan. karena jika dibiarkan, celah itu akan menjadi lubang dan membuat orang-orang yang ada di sekitarnya terjatuh. Jika kita lalai, atau ada teman kita yang lalai, kita harus mengingatkannya dan demikian pula sebaliknya.

Pun juga dengan aku.  Ada satu hal, mulanya aku ingin membiarkannya saja, tetapi aku rasa aku perlu mengeceknya. dan benar saja, ada banyak hal yang masih perlu diperbaiki. ini tidak bisa jadi tugas siapa dan tugas siapa. Karena dalam kerja tim, kita adalah partner. dan partner semua tim harus bisa saling melengkapi.

Kurasa celah itu cukup besar, dan jika dibiarkan begitu saja akan ada banyak hal yang seharusnya tidak perlu terjadi menjadi terjadi.

Ada banyak hal yang ingin kutanyakan. ada banyak hal yang tidak kuketahui, dan lebih banyak hal lagi yang tidak aku mengerti. mengapa orang menjadi begitu sulit? mengapa semua hal menjadi sulit? beginikah hal yang harus dihadapi ketika dewasa?

tanggung jawab, itulah…. yang kadang ketika terasa berat bebannya membuat air mata bercucuran. menangis. mengadukan kepada-Nya, dan bertanya, cukup sanggupkah aku? cukup kuatkah aku?

Bimbing aku ya Allah.

Kontroversi Film Ayat-ayat Cinta Maret 29, 2008

Posted by nurcha in Curhatan, Error aja, Film.
2 comments

Dah ada banyak banget tulisan tentang Film ayat-ayat cinta.

Tapi, ternyata masih seru saja dibahas dimana-mana. aku juga jadi tertarik untuk nulis juga.

Aku pribadi sih dah nonton versi bajakan dan versi bioskop. Tetap ada perbedaan. Kupikir sih, kalaupun ada versi bajakan duluan, itu bisa aja strateginya si produser.

Orang yang penasaran kan, mestinya dia akan membandingkan dengan versi bioskopnya.

Meski, banyak kontroversi, itu akan semakin menguntungkan bagi produser. Film pun akan semakin populer.

Apa artinya …. itu cuma satu PM alias Piti Masuk. Apalagi yang penting buat orang India itu. Apa pun akan dikomersilkan, selama masih bisa dikomersilkan. So… kenapa harus repot. Jujur saja, kita pun menikmati bajakannya juga koq. Kenapa pula akhirnya harus jadi harus sok bersih, dengan mengkritik ini itu ini itu ….

Sekarang sih, gampang bicara. gampang nulis. ….
Apa yang sulit. Berkarya…. sanggup ga, bikin versi baru ayat2 cinta?

Kalo ada yang bisa, kenapa engga dicoba ….
Aku bakal jadi yang nonton pertama kali ….
aku mau liat ….
(halah kenapa jadi panas begini)

EQ vs IQ …. in Life Maret 29, 2008

Posted by nurcha in Curhatan, My Mind, Tulisan aku!.
add a comment
Sesungguhnya kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
(QS At-Tiin: 4)
Emosi memainkan peran yang penting dalam kehidupan, dan spesies manusia berutang amat banyak pada kekuatan emosi karena dengan adanya emosilah manusia dapat menunjukkan keberadaannya. Kecerdasan emosi merupakan prasyarat mutlak bagi seseorang untuk mencapai satu prestasi kesuksesan.

Sebuah kesuksesan menuntut kematangan pribadi dan itu adalah kecerdasan emosi.
Kerasnya kehidupan saat ini membuat manusia menjadi buta emosi. Derasnya informasi yang sampai kepada kita penuh dengan lenyapnya sopan santun dan rasa aman, menyiratkan adanya serbuan dorongan sifat jahat. Dan dalam skala yang lebih besar berita itu memberikan gambaran adanya emosi-emosi yang secara perlahan tidak terkendalikan dalam kehidupan kita sendiri dan dalam kehidupan orang-orang sekitar kita. Tidak ada orang yang mampu bertahan dari gelombang ketidaktentuan ledakan kemarahan dan sesal ini. Gelombang ini telah menembus sisi sisi kehidupan kita dengan segala cara.

Mengglobalnya tindak kekerasan di seluruh dunia memncerminkan meningkatnya ketidakseimbangan emosi, keputusasaan dan rapuhnya moral di dalam keluarga kita, masyarakat dan kehidupan kita bersama. Tekanan moral berupa terurainya jalinan masyarakat yang semakin cepat, sifat mementingkan diri sendiri, kekerasan dan sifat jahat nampaknya telah menggerogoti sisi – sisi baik kehidupan masyarakat. Dan hal tersebut sudah merupakan alasan yang cukup untuk mendukung perlunya kecerdasan emosional yang bertumpu pada hubungan antara perasaan, watak dan naluri moral.
Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa sikap etik dasar dalam kehidupan berasal dari kemampuan emosional yang melandasinya. Misalnya dorongan hati merupakan medium emosi; benih semua dorongan hati adalah perasaan yang memunculkan diri dalam bentuk tindakan. Orang yang dikuasai dorongan hati yang kurang memiliki kendali diri menderita kekurangmampuan pengendalian moral: kemauan dan watak. Dengan cara yang sama akar cinta sesama terletak pada empati, yaitu kemampuan membaca emosi orang lain tanpa adanya kepekaan terhadap kebutuhan atau penderitaan orang lain, tidak akan timbul rasa kasih sayang.

Warisan genetik memberi kita serangkaian muatan emosi tertentu yang menentukan temperamen kita. Tetapi jaringan otak yang terlibat sangat mudah dibentuk-bentuk. Pelajaran-pelajaran emosi yang kita peroleh semasa kanak-kanak, dirumah dan di sekolah akan membentuk sirkuit-sirkuit emosi, membuat kita cakap atau tidak cakap dalam hal dasar-dasar kecerdasan emosional. Ini berarti bahwa masa kanak-kanak dan remaja merupakan peluang terbuka yang penting untuk mengarahkan kebiasaan-kebiasaan dan mengembangkan emosi yang esensial yang akan menentukan kehidupan kita di masa yang akan datang.

Pakar EQ (Emotional Quotient), Goleman berpendapat bahwa meningkatkan kualitas kecerdasan emosi sangat berbeda dengan IQ (Intellegent Quotient). IQ umumnya tidak berubah selama kita hidup. Sementara kemampuan yang murni kognitif relatif tidak berubah (IQ), maka kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja. Tidak peduli orang itu peka atau tidak, pemalu atau pemarah atau sulit bergaul dengan orang lain sekalipun, dengan motivasi dan usaha yang benar kita dapat mempelajari kecakapan emosi tersebut. Dan yang paling penting adalah kecerdasan emosi ini dapat meningkat dan terus ditingkatkan sepanjang kita hidup.

NB: Ini tulisan jaman dulu…. bekas makalah kuliah

Minggu yang sibuk Maret 2, 2008

Posted by nurcha in Curhatan, Error aja.
add a comment

Sejak akhir pekan kemarin menginap di kantor. Ada tenggat yang tiba-tiba datang. Panik, dan akhirnya semua sibuk. Bahkan untuk posting pun tidak sempat, atau tepatnya tidak menyempatkan diri. Kemarin-kemarin juga aku kesal sama layouter. Kebagian kerja bareng sama layouter yang ga tanggep dan sok kepedean banget. bikin males. akhirnya kemarin sampai puncaknya, aku marah dan itu kuomongkan ke dia. abis gimana lagi. udah kesel aja. untuk hal-hal sepele yang seharusnya diketahui sama seorang layouter aja dia ga tau. parah banget. trus udah sebulan dia kerja. kemana aja, ngapain aja, belajar engga sih. astaghfirullah. ya moga2 aja ada perbaikan ke depan, gimana engga, target berbulan-bulan kedepan bukannya tambah sedikit tapi tambah banyak. kalo dia ga ada progres, ya bisa aja, bulan depan dia harus SG alias say goodbye.

Ya Allah, Tuhan Februari 25, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Curhatan.
1 comment so far

Sekarang sedang mengedit, naskah luar biasa berat. Inilah naskah terberat yang ku edit. Baik secara konten maupun penulisannya. Rasanya pingin nangis. Mekaniknya banyak banget. Dan itu makan waktu dan tenaga luar biasa. Itu baru segi mekanik, belum baca isi. Tanda kutip, penulisan ayat, nama ayat, konsistensi. Allah, Tuhan. Luar biasa. Kontennya pun sangat kontemplatif. Sehingga harus bersih hati ketika membacanya. Jadilah mengedit naskah ini sambil menangis-nangis, nangis karena parahnya edit mekanik yang harus dilakukan, dan edit bahasa yang luar biasa, dan nangis kontemplatif yang mempertanyakan kembali mau apa hidup ini. Allah, Tuhan, Luar biasa. Subhanallah.