jump to navigation

Where You Going To? Januari 18, 2008

Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.
add a comment
Do you know where you’re going to?
Do you like the things that life is showing you?
Where are you going to?
Do you know?
Do you get what you’re hoping for?
When you look behind you there’s no open door
What are you hoping for?
Do you know?

Itu adalah sebait syair yang disenandungkan oleh Diana Ross lalu dipopulerkan kembali oleh Mariah Carey dan Jenifer Lopez. Pertanyaan yang diajukan oleh syair lagu ini sangat mendasar. Yang mempertanyakan kembali mau apa kita dalam hidup kita? Apakah kita ingin tetap berada dalam keadaan kita tanpa perubahan yang berarti dari tahun ke tahun, atau kita ingin selalu berubah dan menjadi lebih baik dan lebih baik selalu? Jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Untuk berubah, seringkali tantangannya begitu besar, dan kita seringkali tidak kuat menghadapi tantangan itu. Padahal itulah yang membuat kita akan menjadi lebih kuat dan lebih baik. Membangun kebiasaan baik itu sulit luar biasa dan penuh tantangan, tetapi mengubah kebiasaan baik menjadi buruk sangat mudah. Nah, yang membedakan adalah keinginan kita, niat kita. Mau untuk siapa, untuk perusahaan, untuk dipandang orang, atau untuk tujuan yang lebih besar dari itu. Semua orang seharusnya berpikir untuk mencapai pada tujuan yang lebih besar, yang membedakannya hanyalah keteguhan masing-masing orang untuk mencapai tujuan itu. Dan yang teguh dan berani mengambil risiko untuk berubah itulah yang kebanyakan sukses.

Agar bisa berubah dan mendapatkan hasil yang optimal, itu butuh perjuangan dan dukungan komunitas. Dan berbuat baik butuh perjuangan. Yang penting kita berbuat yang terbaik yang kita bisa. Karena jika kita berbuat baik itu artinya kita sudah berbuat baik kepada diri kita sendiri. Penghargaan, keberhasilan dan semuanya, itu hanya efek saja jika kita sudah melakukan yang terbaik.
See. Itulah. Semua harus diperjuangkan dan harus dijemput. Tinggal siapkah kita berjuang untuk menjemputnya? Jawaban itu ada dalam diri kita masing-masing.

The Toyota Way vis a vis Dunia Penerbitan Januari 15, 2008

Posted by nurcha in Buku, Catatan Perjalanan, Filosofi.
add a comment

Kemarin sore aku menyengajakan diri untuk membaca ringkasan buku unggulan The Toyota Way, karya Prof Jeffrey K. Liker. Aku ingin membacanya, itu pengetahuan penting buat aku tentang manajemen sebuah perusahaan, siapa tahu, kelak entah kapan aku punya perusahaan sendiri… he he he…. Amin.

(more…)

Gaya Nulis Blog, Gaya nulis khas kita? Januari 3, 2008

Posted by nurcha in Blogroll, Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.
4 comments

Ngeblog adalah cara yang baik buat melatih gaya nulis. Setiap orang punya cara khas nulis masing-masing. Dan cara nulis orang biasanya terpengaruh apa yang dibacanya sama orang atawa penulis yang disukainya.
Pertanyaannya jadi, siapa penulis favorit kita?

Aku menyukai beberapa gaya penulisan orang. Ada beberapa orang yang menjadi teladanku dalam menulis. Aku mengambil gaya nulis yang ku kenal aja. Mungkin itu juga turunan dari penulis-penulis idolanya yang ujung-ujungnya mungkin akan sampai pada orang yang sama, tapi apa peduliku.

(more…)

Selamat Tahun Baru Masehi 2008 Januari 1, 2008

Posted by nurcha in Catatan Perjalanan.
add a comment

Pagi ini dengan semangat baru aku ngantor, lemburan ceritanya, lantaran kejar target buku yang harus diterbitkan Ya, beginilah editor. Tapi aku tidak hendak membahas itu. Aku ingin bercerita, betapa lengangnya Bandung pagi ini, hujan yang mengguyur semalam mendinginkan Bandung yang memang sudah dingin. Dan masih menyisakan mendungnya pagi ini. I wish Bandung bisa selengang ini setiap hari. Alangkah menyenangkannya. He he he. Hei, tapi tidak bisa seperti itu selalu kan. Ini memang saatnya saja…

Tahun baru masehi ini, ada banyak resolusi yang kutulis. Ada beberapa resolusi tahun lalu yang tidak tercapai, but after all, sebagian besar tercapai, alhamdulillah, thank you Allah. I wish, tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, dan moga-moga aja cita-cita untuk menikah tahun ini tercapai, amin. Selain itu, aku akan selalu belajar untuk mensyukuri semua yang aku dapatkan. He he he, karena sering lupa untuk bersyukur. Seringkali aku kagum sama orang yang kutemui di jalan. Seperti pagi ini, ketika berangkat, aku melihat tukang sampah, dia sedang ngobrol sama seorang temannya. Kata-katanya sederhana, tapi kesederhanaan itulah yang membuatku tersenyum. Katanya, iya… Alloh nu ngaguyur, nu ngabersihkeun. Alloh teh Mahaadil. Aku bersyukur pagi ini Allah mengingatkan aku, bahwa keadilan itu selalu ada. Tinggal kitanya aja—tepatnya aku nyadar apa engga.

Okelah, meski ada banyak tantangan di tahun 2008 ini, kita harus tetap semangat. Dan kita juga berharap semoga tidak sulit nyari minyak tanah setahun ke depan… amin… (apa hubungannya coba) hwa ha ha….

1 Januari 2008, ditulis pada 9.19

KALO JADI POLISI, RASANYA GIMANA YA? Desember 15, 2007

Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Curhatan.
1 comment so far

Kalo jadi polisi itu harus though alias kuat menjalani kehidupan. Itu berlaku buat polantas, reserse atau apalah semua jenis polisi.

Contoh kasus polisi lalu lintas

Pernah ada gak seh penelitian pada polisi, tentang kesehatan mereka utamanya yang sering jaga dijalan raya yang nota bene pastinya kena polusi tiap harinya…(apa anak mereka ada yang autis, atau banyak polisi yang impotent gara-gara kebanyakan ngehirup logam berat dari asap kendaraan). Kalo belum ada dan banyak dari mereka yang sehat berarti mereka kuat banget, belum lagi mereka yang jaga di pos polisi yang harus begadang. Dan ada lagi kalo misal mereka jaga pas ada demo mahasiswa atau komponen rakyat yang lain atu kejadian luar biasa lainnya yang gak Cuma itu doang.

(more…)