Ketika …. April 18, 2008
Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.add a comment
Ketika kita harus menutup celah yang berlubang, itu adalah hal yang harus dilakukan. karena jika dibiarkan, celah itu akan menjadi lubang dan membuat orang-orang yang ada di sekitarnya terjatuh. Jika kita lalai, atau ada teman kita yang lalai, kita harus mengingatkannya dan demikian pula sebaliknya.
Pun juga dengan aku. Ada satu hal, mulanya aku ingin membiarkannya saja, tetapi aku rasa aku perlu mengeceknya. dan benar saja, ada banyak hal yang masih perlu diperbaiki. ini tidak bisa jadi tugas siapa dan tugas siapa. Karena dalam kerja tim, kita adalah partner. dan partner semua tim harus bisa saling melengkapi.
Kurasa celah itu cukup besar, dan jika dibiarkan begitu saja akan ada banyak hal yang seharusnya tidak perlu terjadi menjadi terjadi.
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan. ada banyak hal yang tidak kuketahui, dan lebih banyak hal lagi yang tidak aku mengerti. mengapa orang menjadi begitu sulit? mengapa semua hal menjadi sulit? beginikah hal yang harus dihadapi ketika dewasa?
tanggung jawab, itulah…. yang kadang ketika terasa berat bebannya membuat air mata bercucuran. menangis. mengadukan kepada-Nya, dan bertanya, cukup sanggupkah aku? cukup kuatkah aku?
Bimbing aku ya Allah.
Tanggung Jawab Jilid 1 Maret 6, 2008
Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Error aja.1 comment so far
Hari ini aku tidak fokus. Aku menginput sebuah buku, yang entah kenapa membacanya saja rasanya sudah lelah duluan. Padahal belum apa-apa. Akhir-akhir ini aku memang kehilangan semangatku. Dan pertanyaannya mau berapa lama begini. Ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak produktif dan akhirnya akan menghambat cita-cita.
Kenapa Jadi Editor? Februari 23, 2008
Posted by nurcha in All About Editing, Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.1 comment so far
Judul di atas adalah hal yang sering ditanyakan orang kepadaku. Mengingat latar belakang pendidikanku yang mungkin tidak nyambung dengan bidang editorial. Selain itu, sayang katanya lulusan magister koq “cuma” jadi editor.
Aku memilih menjadi editor dengan sengaja menceburkan diri. Jika tidak, kenapa juga susah-susah milih jadi editor, kenapa tidak bekerja di LSM, atau departemen lain yang sesuai dengan latar belakang pendidikan aku. Atau banyak juga yang menawarkan untuk menjadi pengajar, jadi dosen. Kan lebih enak katanya. Kupikir-pikir mungkin iya, tapi entah ada yang tak sreg di hati ini.
Editor ga baca buku, Aneh kan? Februari 18, 2008
Posted by nurcha in Buku, Catatan Perjalanan, Error aja.2 comments
Rasanya sudah lama sekali tidak membaca buku baru. Editor tidak membaca buku. Nah, aneh kan. Maksudnya di sini adalah buku-buku yang memang aku ingin baca, bukan buku karena memang wajib untuk dibaca. Hah, apa ini.
Sebenarnya ini hanya masalah persepsi saja. Bukankah, seharusnya buku-buku yang diedit itu juga adalah buku yang ingin juga dibaca kan. Jadi sebenarnya sama saja kan, hanya berbeda versi pandangan saja.
Takdir adalah Pilihan Januari 26, 2008
Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Curhatan, Film, Filosofi.add a comment
“sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, bahkan dalam satu hari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang.”
Nah, kutipan di atas bikin gue nelangsa karna gue ngerasa tuh kutipan bagus banget buat direnungkan, terutama buat orang-orang yang harus mengambil keputusan besar dalam hidup. Karena ketika kita dalam situasi di antara dua pilihan, keputusan yang kita ambil bakal mengubah keseluruhan jalan hidup kita. Misalnya, ketika kita dapat tawaran kerja dari 2 perusahaan sekaligus, kita harus milih tuh, nah, pilihan yang kita ambil adalah suatu peristiwa yang bakal mengubah keseluruhan jalan hidup kita, kan? Ato yang paling penting ketika kita memutuskan untuk menikah dengan si A dan bukan si B, eh pas hari “h” kita berubah pikiran (ada loh orang yang kayak gini, kayak julia roberts di Runaway bride) maka so pasti hidup yang akan kita jalani ke depannya juga bakal berubah.
So, pikirkan baik2 setiap keputusan yang bakal kita ambil terutama ketika kita berada di antara 2 pilihan. Karena meski kita percaya bahwa apa yang terjadi ama kita adalah sebuah takdir yang udah digariskan Tuhan tuk hidup kita, tetep aza lah kita punya akal dan hati tuk bisa memutuskan “jalan” mana yang mau kita tempuh. Pilihan yang udah kita putuskan tuk diambil bakal mengubah keseluruhan jalan hidup kita, dan itu lah takdir yang kita pilih sendiri untuk kita jalani.
pisangan, 210607 - Herlina Sitorus