jump to navigation

Hai, Gua Ipal, Gua Editor! Maret 2, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Cerbung Editor.
6 comments

NB.
Ini bagian pertama novel yang bakalan kubuat. kalo ada yang mampir baca, minta komennya dunk. Terima kasih atas perhatiannya sebelumnya.
=====

Hai, gua Ipal. Umur gua 23, Gua kerja sebagai editor di salah satu penerbit buku perguruan tinggi di Jakarta. Penerbitan Oye namanya. Ini pertama kalinya gua bekerja, secara gua fresh graduate gitu dari S1 TPG IPB. Lha kenapa juga ya, lulusan TPG IPB yang terkenal gwetu loch bisa nyasar kerja sebagai editor di penerbit buku.

Gua terinspirasi oleh dosen-dosen gua yang rajin-rajin nulis itu. Mestinya timbul pertanyaan kan, kenapa gua ga jadi penulis aja. Kan lebih enak penulis, honor dan feenya juga lebih banyak. Ya ini adalah cara gua belajar jadi penulis. Kalo gua jadi editor kan gua bisa apa-apain tuh tulisan para dosen gua (ha ha ha balas dendam, waktu mereka ngobrak-ngabrik skipsi gua). Eh, dendam itu ga baik ya…. Tapi ya sutra weh. Maksud gua, gua bisa belajar banyak dari tulisan-tulisan yang bakalan gua edit entar.

(more…)

Ya Allah, Tuhan Februari 25, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Curhatan.
1 comment so far

Sekarang sedang mengedit, naskah luar biasa berat. Inilah naskah terberat yang ku edit. Baik secara konten maupun penulisannya. Rasanya pingin nangis. Mekaniknya banyak banget. Dan itu makan waktu dan tenaga luar biasa. Itu baru segi mekanik, belum baca isi. Tanda kutip, penulisan ayat, nama ayat, konsistensi. Allah, Tuhan. Luar biasa. Kontennya pun sangat kontemplatif. Sehingga harus bersih hati ketika membacanya. Jadilah mengedit naskah ini sambil menangis-nangis, nangis karena parahnya edit mekanik yang harus dilakukan, dan edit bahasa yang luar biasa, dan nangis kontemplatif yang mempertanyakan kembali mau apa hidup ini. Allah, Tuhan, Luar biasa. Subhanallah.

Kenapa Jadi Editor? Februari 23, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.
1 comment so far

Judul di atas adalah hal yang sering ditanyakan orang kepadaku. Mengingat latar belakang pendidikanku yang mungkin tidak nyambung dengan bidang editorial. Selain itu, sayang katanya lulusan magister koq “cuma” jadi editor.

Aku memilih menjadi editor dengan sengaja menceburkan diri. Jika tidak, kenapa juga susah-susah milih jadi editor, kenapa tidak bekerja di LSM, atau departemen lain yang sesuai dengan latar belakang pendidikan aku. Atau banyak juga yang menawarkan untuk menjadi pengajar, jadi dosen. Kan lebih enak katanya. Kupikir-pikir mungkin iya, tapi entah ada yang tak sreg di hati ini.

(more…)

EDITOR: JENDERAL BINTANG LIMA Februari 5, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Kisah.
add a comment

Oleh Agung Prihantoro 

David Rosenthal, seorang editor pada Little Random (salah satu anak perusahaan penerbit terbesar di dunia, Random House), dalam Book Editors Talk To Writers (Judy Mandell, 1995) pernah berkata, “Editor adalah jenderal berbintang lima.” Bukan membeo Soekarno atau Soeharto, tetapi Rosenthal di sini hendak menekankan pentingnya peran editor atau penyunting dalam penerbitan buku.

 

Syahdan, tak heran bila sejumlah penerbit di negara kita didirikan dan dipimpin oleh editor atau mantan editor, misalnya Mizan Pustaka, Nuansa, Serambi, Pustaka Hidayah. Meski seorang editor telah naik jabatan jadi general manager atau direktur penerbit, dia kerap kali masih terlibat dalam kerja-kerja redaksi, misalnya menentukan kelayakan terbit suatu naskah. Sebaliknya, editor tak jarang dimintai pertimbangannya dalam mengambil putusan-putusan penting di tingkat perusahaan.

 

(more…)

Total Editing Januari 29, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Buku, Curhatan, Error aja.
2 comments

Istilah ini aku peroleh dari Pak Bambang Trim. Seorang editor harus memainkan strategi total football…eh salah…Total Editing. Semua hal yang berkaitan dengan kelengkapan naskah hingga buku itu terbit. Semuanya. Feeling editor harus jalan, mana yang kurang, mana yang belum. Semua aspeknya. Dari pernik-pernik yang kecil sampai pernak-pernak yang besar…

Luar biasa sebenarnya tanggung jawabnya. Apalagi editor yang multifungsi, ya ngedit, ya ngurusin penulis, ya bikin surat perjanjian, multitasking banget. Belum lagi deadline yang selalu mengintai. Wah betapa indahnya dunia ini.

Editor harus bermain cermat dan cantik dalam total editingnya. Total football juga berarti konsistensi, dan ranah renik-renik copyediting yang kadang njelimet. Ada banyak kasus juga, konsistensi style gaya selingkung oke, tapi renik-renik salah ketik banyak yang terlewat. Renik-renik salah ketik tidak banyak, tapi konsistensinya kurang. Tapi banyak juga yang konsistensi gaya selingkung oke dan renik-renik salah ketiknya juga relatif bersih.

Butuh latihan dan pembelajaran yang luar biasa untuk mengasah feeling, agar ketajamannya tetap terasah sehingga bisa peka terhadap segala jenis kesalahan dan ketidakkonsistenan yang terdapat dalam naskah buku. Sehingga akhirnya buku sampai ke tangan pembaca dengan bersih, kalo bisa malah zero error.

Total editing mungkin juga berarti kecepatan, ketajaman, ketepatan, kecermatan, dan ketelitian, bahkan mungkin masih banyak aspek lainnya. Jadi intinya latihan, alah bisa karena biasa. Practice make perfect.

Dare to do.

Bandung, 19 Oktober 2007
Nurchasanah