Arsip

Arsip Penulis

21 Guns

September 29, 2009 nurcha Tinggalkan sebuah tanggapan

Green Day

Do you know what’s worth fighting for?
When it’s not worth dying for?
Does it take your breath away
And you feel yourself suffocating?

Does the pain weigh out the pride?
And you look for a place to hide?
Did someone break your heart inside?
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

When you’re at the end of the road
And you lost all sense of control
And your thoughts have taken their toll
When your mind breaks the spirit of your soul

Your faith walks on broken glass
And the hangover doesn’t pass
Nothing’s ever built to last
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

Did you try to live on your own
When you burned down the house and home?
Did you stand too close to the fire
Like a liar looking for forgiveness from a stone?

When it’s time to live and let die
And you can’t get another try
Something inside this heart has died
You’re in ruins

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky

One, 21 guns
Lay down your arms, give up the fight
One, 21 guns
Throw up your arms into the sky, you and I

Categories: Life, lirik

Let’s Talk About Single Female #1

Agustus 29, 2009 nurcha 1 comment
let's talk about single female

let's talk about single female

actually, kalau liat dan baca buku ini sebenarnya seperti sedang diberikan cermin yang besar dan aku diminta berkaca di sana. Penulisnya memberikan satu eksemplar bukunya kepadaku. hehehe aku bahagia sekali, jadi bisa membacanya dan bisa kubawa pulang untuk dibaca di rumah dan dikuliti satu satu setiap poinnya.

sebenernya pengen bergaya sok cerdas ketika mengulas naskah ini, hmmm sebut saja kayak bikin resensi gitu, tapi kalau bergaya formal sebenernya agak malas saja. tapi sekeluarnya aja lah apa yang nanti keluar dari kepala, ya itulah yang dituliskan.

Single Female, ini buku yang diterbitkan oleh ZIP books imprin dari MQS Publishing. Buku ini menuliskan tentang maraknya fenomena single female yang semakin banyak. Tidak hanya bukunya, lagu-lagunya pun mulai banyak beredar, dari lagunya oppie yang judulnya single happy, lagunya ello yang judulnya masih ada, trus lagunya wali, yang gak laku-laku itu.. hahaha terdengarnya memang agak sarkastis sebenernya, mengingat aku juga termasuk yang ada di dalamnya. but, kalau mau jujur yang mungkin memang gitu…

di buku ini yang terasa langsung JLEB kena ke jantung itu salah satu subbab di bab pertama, judulnya what’s wrong with me…

Read more…

berpindah dan mengantar

Agustus 20, 2009 nurcha 1 comment

5733_1117575071734_1597733576_277174_4191455_n

kupikir…

hidup itu mirip seperti perpindahan

kita menjadi penumpang atau mengemudi kendaraan tersebut

perjalanannya berpindah dari satu kota ke kota lainnya

propinsi ke propinsi lainnya

negara ke negara lainnya

dan perpindahan dari hidup menuju kematian

atau hidup itu seperti kurir yang bekerja sebagai pengantar

mengantarkan rezeki orang

mengantarkan pesan orang

mengantarkan banyak hal lainnya.

atau keduanya

hidup untuk mengantarkan pada kematian

dan

hidup untuk berpindah menuju kematian…

karena setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati….

ngeblog lagi?

Agustus 16, 2009 nurcha 1 comment

seharusnya mulai ngeblog lagi. belajar menulis lagi. karena menulis merupakan kemampuan yang diasah. tidak peduli jenis apa pun tulisannya karena setiap jenis tulisan memiliki kesulitannya sendiri. pffff.. sebenernya aku merasa jangan-jangan memang aku tidak bisa benar-benar menulis. tapi sebaliknya bukankan menulis itu merupakan kemampuan yang diasah karena menulis berarti mengasah dua mata pisau sekaligus.

ketika menulis kita harus membaca sekaligus berpikir dan hasil dari keduanya itu dituangkan dalam bentuk tulisan. jika aku tidak mengisi pundi-pundi otakku dengan bahan baku yang dibutuhkan bagaimana bisa aku menulis dengan baik. sama saja ketika ujian, tetapi aku malamnya malah baca komik. harusnya ada amunisi yang diisikan untuk bisa menulis sesuatu yang benar-benar bermutu.

nah, kalo gak belajar, kalo gak baca buku, gak update informasi, gimana kamu mau nulis dengan bagus. kan begitu ceritanya. aku jad bener-bener ngerasain fase  seperti yang disebutkan oleh stephen covey dari buku yang pernah kubaca dulu, kebanyakan kita berhenti belajar ketika selesai sekolah. mungkin aku juga begitu ya. aku membedakan betul mana membaca sebagai pleasure dan mana membaca sebagai pekerjaan. padahal seharusnya anggap saja membaca semua jenis bacaan tersebut sebagai membaca pleasure, jadi tidak terbebani ketika membaca.

halah jadi kemana.. mana.. kayak sok intelek aja ya…

ok

selamat hari kemerdekaan

Categories: Catatan Perjalanan

Cari Editor, Gampang atau Susah?

Juni 1, 2009 nurcha 1 comment

gampang koq cari editor. editor banyak koq. kemaren aja di salah satu perusahaan ada yang baru mecat editornya banyak banget. nah, tinggal pilih aja kan.

memilih editor untuk perusahaan penerbitan itu bisa dibilang susah-susah gampang atau kebalikannya ya. coba saja di perusahaan penerbitan lamaran editor pasti bejibun. bahkan orang mengatakan bahwa profesi editor itu gampang semua orang bisa koq. semua orang dari berbagai jurusan bisa koq. bahkan yang bukan dari jurusan editing sekalipun (termasuk aku).

tetapi benarkah  semudah itu profesi editor?

menelisik naskah, meneliti kata, memamah kalimat, menenunnya agar menjadi kain buku yang mulus dan enak dibaca. benarkah semudah itu. dari tanda kutip sampai alur naskah dan alur buku semuanya bisa dibilang menjadi tanggung jawab editor. kerenyahan kalimat dan logikanya. dan benarlah akhirnya ketika practice make perfect. experience speak.

mengedit ibarat kita berjalan dalam sebuah labirin atau memasang puzzle. kadang tersesat sehingga harus balik lagi. kadang membongkar ulang naskah sehingga menjadikannya lebih baik. Ada penulis yang menyepelekan editor… apa sih tugas editor? ga penting editor… ya biarkan saja… atau bisa juga disepelekan oleh hrd perusahaan, marketing, bahkan keuangan. hmmm emang editor perlu pelatihan ya? cuma ngatur-ngatur kata aja pake pelatihan. atau diomeli oleh atasan karena target jumlah halaman tidak tercapai. atau banyak lagi hal lainnya. editor masih banyak juga yang disepelekan. bukan profesi kelas dua lagi. entah kelas berapa juga.

hmmm but eniwey editor adalah orang yang membantu mengemas sebuah buku. kemudian profesi ini juga membuat kita menjadi kaya ilmu. karena kita banyak membaca dan melihat banyak karakter penulisan… demikianlah…

masih gampang ya jadi editor. belum lagi kalo harus kerja tim. mending kalo dapet layouter yang cepet dan gampang diajak kerja sama. kalo kebagian layouter lelet dan payah.. repot.. editor harus bisa ambil peran untuk bisa ngomporin layouter tersebut supaya jadi cepet. kalo ga, ya harus turun tangan sendiri.

hmmm… gampang kan cari editor.. kan editor banyak…

terima kasih.