Let’s Talk About Single Female #1

let's talk about single female
actually, kalau liat dan baca buku ini sebenarnya seperti sedang diberikan cermin yang besar dan aku diminta berkaca di sana. Penulisnya memberikan satu eksemplar bukunya kepadaku. hehehe aku bahagia sekali, jadi bisa membacanya dan bisa kubawa pulang untuk dibaca di rumah dan dikuliti satu satu setiap poinnya.
sebenernya pengen bergaya sok cerdas ketika mengulas naskah ini, hmmm sebut saja kayak bikin resensi gitu, tapi kalau bergaya formal sebenernya agak malas saja. tapi sekeluarnya aja lah apa yang nanti keluar dari kepala, ya itulah yang dituliskan.
Single Female, ini buku yang diterbitkan oleh ZIP books imprin dari MQS Publishing. Buku ini menuliskan tentang maraknya fenomena single female yang semakin banyak. Tidak hanya bukunya, lagu-lagunya pun mulai banyak beredar, dari lagunya oppie yang judulnya single happy, lagunya ello yang judulnya masih ada, trus lagunya wali, yang gak laku-laku itu.. hahaha terdengarnya memang agak sarkastis sebenernya, mengingat aku juga termasuk yang ada di dalamnya. but, kalau mau jujur yang mungkin memang gitu…
di buku ini yang terasa langsung JLEB kena ke jantung itu salah satu subbab di bab pertama, judulnya what’s wrong with me…
ini juga bisa dikaitkan dengan masih banyaknya orang yang melajang hingga saat ini, sampe-sampe acara take him out indonesia dan take me out indonesia. hmmm kalo di liat disana kan perempuan yang turut serta itu bisa dibilang masuk kualifikasi bagus. cantik, cerdas, berkarier, dan lain-lain. kalo gini, jadi teringat sama sama tulisannya uni via yang berjudul Tiga Diva Mencari Arjuna (Maaf, bukan kamu yang aku cari!) untuk isinya silakan cari tahu sendiri.
eniwey balik lagi dengan what’s wrong with me, di sana dituliskan bahwa jika ingin menikah, berniat untuk menikah, bersungguh-sungguh dengan niatan itu, maka kita, maksudnya aku harus merenung lagi. bahkan harus membuat daftar kesalahan yang bisa membantu untuk memperbaiki sikap itu sehingga keadaannya menjadi lebih baik. hehehe, sebenernya kalo cuman nulis doang mah gampang, tapi pengakuan yang mengaku bener-bener ngaku dengan jujur sejujur-jujurnya, itu yang susah. bisa aja mulut ngomong A padahal hatinya B atau C. haiah…
di sini dituliskan beberapa hal yang menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh para jomblo, tidak kenal perempuan atau laki-laki… heu heu heu… termasuk aku tentu saja. ini dia yang perlu diperhatikan
- sulit mengungkapkan perasaan
- terlalu agresif
- terlalu fokus pada kekurangan
- terlalu mematok standar tinggi
- hanya menanti tanpa beraksi
- selalu menyalahkan keadaan dan orang lain
- menggantung perasaan
- menjadikan kesialan sebagai sahabat
- tidak sungguh-sungguh ingin menikah
- merasa dikejar usia
- kesulitan melepas bayang-bayang masa lalu
hmmm itu di antaranya aja sih. keterangannya lebih lengkap pastinya ada di bukunya. bahkan dalam buku ini juga diberi tahu apa yang harus dikatakan ketika pertanyaan yang retoris itu ditanyakan, udah nikah belum? kapan nikah, kapan undangannya, anak udah berapa, dan so on… ketika ditanya begitu tidak perlu kesal dan marah-marah atau sedih… senyum aja… aku belajar dari salah satu temanku si om goniel yang sampe sekarang belum merit jg. dia kalo ditanya udah nikah, dan? tebak apa jawabnya, dia bilang, “alhamdulillah belum” hehehe jawaban yang bisa bermakna ganda… kan
makna pertama bersyukur karena belum nikah, yang kedua tampak seperti tidak ingin menikah, padahal maksudnya mungkin bukan ke sana, maksudnya menurut penafsiranku adalah menikah belum menikah, keduanya harus disyukuri sebagai anugerah dari Allah. kan, masa karena belum nikah dan belum ketemu jodoh saja kita lantas jadi kufur nikmat kan… rasanya tidak bijaksana kalau begitu kan.
jadi, jika anda ditanya seperti itu oleh siapa pun, jawab saja dengan optimis, doakan saja, tunggu saja undangannya dan seterusnya… sebenernya ga papa juga kalau kita jawab tanggal sekian, bulan sekian, dan tahun sekian.. bukannya perkataan kita juga doa… meskipun misalnya sang calon itu masih antah berantah… it is oke.. begitu nasihat penulis buku ini….
hmmm…. kayaknya udah segini dulu ya… sambung lagi jilid 2 entar…
salam,
- Jika saja bukan karena keridhaan-Mu, apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini dengan cinta-Mu? -
hmmmm…betul optimis
diniatkan sj sbg doa. hehe..
memotifasi dr sendiri jg ni..