Sindrom Polikistik Ovarium
kutipan dari blognya Priska tentang sindrom ini. Penjelasan Priska tentang hal ini cukup mendetail
Sindrom Ovarium Polikistik adalah kumpulan penyakit yang timbul akibat sel telur tidak dapat matang saat tidak dibuahi. Ciri-cirinya sering kali disepelekan oleh kebanyakan perempuan, menstruasi yang tidak teratur. Dan jika dibiarkan dapat menyebabkan infertilitas pada perempuan tersebut.
Tidak banyak yang menyadari bahwa hanya di tiga tahun pertama, jadwal menstruasi tidak teratur. Dan jika hingga sekarang, Anda mengalami jadwal menstruasi yang ajak-ajakan, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Karena itu bisa jadi pertanda Anda mengalami Sindrom Ovarium Polikistik. Sindrom ini diawali dengan sel telur yang tidak bisa matang karena adanya kelainan endokrin. Endokrin adalah kelenjar yang mengeksresikan hormon untuk dialirkan oleh darah ke seluruh bagian tubuh.
Dan hormon yang mengalami gangguan adalah Luteinizing hormon atau hormon LH. Mereka yang mengidap sindrom ini akan berlebih memproduksi LH sehingga mencegah terjadinya ovulasi atau pengeluaran sel telur. Setiap kali tidak ada pembuahan, sel telur yang matang dengan bantuan follicle stimulating hormone (FSH) harusnya keluar dari indung telur dan menempel di dinding rahim yang kemudian luruh menjadi menstruasi. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan rasio LH/FSH normal adalah 2.5/5.
Akibat dari LH yang berlebih, telur yang matang tidak dapat dikeluarkan dari cangkang indung telur dan membuat menstruasi tidak terjadi. Ketidakseimbangan ini bisa terjadi karena tubuh mengalami resistensi insulin atau keadaan tubuh menolak insulin diserap dalam darah agar bisa disalurkan ke seluruh tubuh. Maka kondisi fisik yang membesar atau obesitas bisa menjadi pertanda yang kasat mata. Atau jika jadwal menstruasi yang tidak beraturan tidak segera diatasi, tubuh akan berisiko mengalami diabetes karena resistensi dibiarkan berlarut-larut.
Dengan kondisi metabolisme tubuh yang terganggu akibat resistensi insulin, penumpukan kalsium menjadi risiko lain yang dapat terjadi. Kalsium yang tidak terurai ini membuat plak-plak pada pembuluh darah dan merujuk penyumbatan pembuluh darah. Belum lagi dengan risiko infertilitas akibat tidak pernah meretasnya sel telur yang sudah matang. Inilah mengapa gangguan hormon kemudian disebut sebagai sindrom, karena berupa kumpulan gejala. Maka penting untuk memeriksakan diri sejak dini.
—-
Kenapa tiba-tiba bercerita tentang hal ini. Ini tentunya berkaitan dengan “keistimewaan” yang kusimpan selama ini, yakni selama lebih dari 2 tahun tidak mengalami menstruasi. Aku tidak berani memeriksakan diri ke dokter, dua alasan besar di antaranya adalah uang dan rasa takut. Secara naluri, yang terbayang adalah rentetan pemeriksaan yang akhirnya membutuhkan biaya tinggi dan ketakutan akan vonis yang akan didapatkan. Tetapi, aku tidak akan pernah tahu jika tidak pernah mencari tahu. salah satu caranya adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.
Setelah beberapa minggu ini kepergok teman-teman seruangan aku tidak pernah haid, mereka mulai mengomel dan mengomentari aku dengan berbagai macam hal dan meminta aku untuk pergi ke dokter. Jika mereka begitu aku selalu berdalih, itu butuh biaya tinggi dan jika sudah dimulai maka harus kontinu. tapi mereka terus menerus mengomel dan komentar. ditambah lagi dengan ajakan dari tanteku yang baru saja kembali dari korea. Akhirnya hari bersejarah itu tiba, tanggal 7 Februari aku memberanikan diri periksa ke dokter. setelah di usg, aku diminta untuk periksa darah. selasa berikutnya, tanggal 10 februari, aku mengambil hasilnya. dan hasil pemeriksaan hormon LH, FSH dan prolaktin menunjukkan nilai LH dan FSH yang tinggi.LH: 22,9 dan FSH 73,0. tinggi. itu nilai yang sangat tidak wajar karena normalnya nilai hormon itu ada pada kisaran 2.5/5.
Penasaran, setelah aku mendapatkan hasil itu segera saja aku searching diinternet apa penyebabnya. dan aku sampai pada blog Priska. yang menceritakan kondisinya. 2 hari setelah hari itu, seringkali tanpa terasa tiba-tiba mata berkaca-kaca. Meskipun belum konsultasi lagi ke dokter, tetapi feel so sad akibat dari membaca fakta dari internet.
Kekhawatiran terbesar adalah vonis infertilitas yang akan datang padaku. But, sekali lagi berkaca pada ketegaran Priska, ini kukutip jg dari blognya
Ah Tuhan, biasanya dengan kondisi seperti ini saya sudah sejadi-jadinya menuntut Dia. Tapi entah kenapa saya ngga punya tenaga untuk melakukan itu. Aku hanya bilang, “Ya terjadilah apa yang menurutMu terjadi.” Besoknya saya masih belum bisa percaya dengan semua itu. Ternyata meskipun kita sudah mencari tahu apa dan bagaimana suatu penyakit, pada dasarnya tidak selalu mudah untuk menerimanya sebagai kenyataan.
Kini, saya tidak mau berpikir banyak tentang itu. Saya punya mama yang selalu mencoba tenang, meskipun saya tahu dia panik luar biasa setiap kali ada anaknya yang sakit. Dan kepada Sang Empunya Kehidupan, mari bergabung dalam perjuangan kehidupan ini. Dijamin akan mengalami banyak cerita dan pengalaman menarik yang dapat menambah rasa kebersamaan kita. Bukankah Sang Pengatur dan Yang Diatur harus dapat bekerja sama dengan baik. Jadi mari kita bekerja sama
Toh ini bukan pilihan “pahit” pertama kita. Jadi untuk apa harus takut…hadapi saja!!
Bismillah…
halo mba salam kenal ya.
mba, aku juga mengindap sindrom pco seperti mba.
dan aku uda sembilan taun nikah belon hamil juga.
aku udah berobat dan itu membutuhka biaya yg amat mahal mba, tp aku belon bisa hamil juga.
kadang2 aku suka stress banget dan marah sama diri sendiri.
aku juga suka iri kalo ngeliat ibu2 hamil….
tapi akhirnya aku cuma bisa pasrah sama Allah SWT aja mba….
saran klise sebenarnya, tapi memang itu yang terbukti manjur. seperti yang mbak bilang sabar dan pasrah kepada Allah. Dia yang tau apa yang terbaik buat hamba-Nya
salam kenal mbak henny. terima kasih sudah mau mampir. Mbak, bisa sharing pemeriksaan apa saja yang dijalankan… dan kisaran biaya, dan tempat-tempatnya, dan dokternya jg… via japri ym di asai_qifa@yahoo.com
mba nung
begitu tau aku juga sedih, aku merasa seolah tangan dan kakiku terikat……
ga bisa berbuat apa2
begitu tanya sama mama… aku tahu lebih detail, aku merasa ga berguna,,, tahu aja? trus way outnya?NOTHING….(pertanyaan yang langsung muncul kala itu)
maaf…..
mungkin aku hanya bisa meminjamkan bahu untuk bersandar,, atau sekedar mengusap air mata saja….
kapan aja……O:-)
sabar y……
That is so sweet dear. thank you very much.
mba nung ….
Duh, aku ga tau harus bilang apa …. waktu ym-an tadi aku langsung searching ttg SOP. aku bener2 tertegun baca kalimat demi kalimatnya … ga nyangka penyakitnya sekompleks itu …. Saran yg klise memang …. sabar, ya, mbak ….
ada sedikit coretan dari dr. tauhid di bukunya “Amazing DNA”. mudah2an sedikit membantu ….
“Sebuah survei yang dilakukan oleh Majalah TIME dan CNN serta USA Weekend (1996), menyatakan bahwa lebih dari 70 pasien percaya bahwa keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, zikir, dan doa dapat membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit. Sementara itu, lebih dari 64 persen pasien menyatakan bahwa para dokter hendaknya juga memberikan terapi keagamaan (terapi psikoreligius) antara lain dalam bentuk berzikir dan berdoa. Dari penelitian ini terungkap bahwa sebenarnya para pasien membutuhkan terapi keagamaan, selain terapi dengan obat-obatan dan tindakan medis lainnya. Di tempat lain, Levin (1996) dari Eastern Virginia Medical School melakukan studi terhadap 393 pasien jantung di San Fransisco untuk mengetahui sejauh mana efektivitas zikir dan doa. Kelompok pasien jantung dibagi dalam dua kelompok secara acak (random), yaitu kelompok mereka yang memperoleh terapi zikir dan doa dan kelompok mereka yang tidak. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok mereka yang memperoleh terapi zikir dan doa, ternyata sedikit sekali mengalami komplikasi sementara kelompok mereka yang tidak memperoleh terapi zikir dan doa banyak timbul berbagai komplikasi dari penyakit jantungnya itu.”
teh yani. terima kasih ….
mbak, aku menikah usia 24 tahun. dan sudah hampir 5 tahun kami belum dikaruniai buah hati. Aku pikir itu karena suamiku seorang pelaut yang membuat kami belum memiliki buah hati karena sangat jarang bertemu. Pada tahun – tahun awal pernikahan kami belum resah, tapi menginjak tahun ke empat ini kami mulai memikirkan ke dokter mana kami harus konsultasi. Kemudian ada saudara yang menyarankan untuk kami pergi ke salah satu klinik ternama di kota Magelang. Saat itu aku langsung ditangani oleh salah seorang dokter kandungan, kebetulan dokter itu memang sudah sering menangani kasus infertilitas bagi suami istri. Dan setelah melalui semua pemeriksaan aku dinyatakan mengidap polycistic syndrome, namun aku tidak patah semangat dan aku terus berpikir kritis menanyakan bagaimana supaya aku dapat sembuh dan kami bisa memiliki keturunan. Sampai akhirnya aku diterapi metformin oleh dokter. Setelah berjalan kurang lebih 2 minggu aku mengkonsumsi obat tersebut, puji Tuhan aku sudah telat menstruasi satu minggu dan ini telat mens terlama yang aku alami. Kami berharap itu pertanda bahwa aku hamil. Sampai saat ini aku belum berani cek kehamilan, aku menunggu sampai hari ke 14. Sampai saat ini aku masih mengkonsumsi metformin, karena doketrku bilang hal itu dilakukan supaya aku tidak keguguran.
Besok kalau aku sudah cek, aku kabari lagi. Harapanku info ini bisa menjadi masukan bagi para penderita Polycistic Syndrome dan penyemangat, bahwa dengan berserah dan percaya serta berdoa, Tuhan pasti bekerja dalam hidup kita. AMIN. GBU
Mba, coba cek di http://www.femona.com
mba obat ini bisa bekerja menyeimbangkan hormon dan mengatasi menstruasi yg tidak teratur. smoga bisa membantu. Terima kasih.