Posted by: nurcha on: Mei 22, 2008
Ada apa ini?
Hari ini seorang teman mengajukan surat pengunduran diri. Tidak apa. Itu haknya, itu kehidupannya. Aku sudah bersiap-siap sejak lama. Tapi, bagaimana dengan efek dominonya. Aku sudah mati rasa sebenarnya. Ya sudah saja kupikir. Kalau itu memang lebih baik baginya, kenapa tidak. Aku menghormatinya, sangat menghormati keputusan apa pun itu.
Tapi…
Selalu ada tetapi untuk semua hal. Kupikir semua akan lebih baik setelah 3 hari itu. Tetapi kenapa jadi begini akhirnya.
Ada apa ini? Tidak ada apa2, inilah siklus hidup yang harus dilalui oleh setiap orang, yaitu memilih jalan sesuai dengan pertimbangannya. Sekonyol apapun pertimbangannya dalam mengambil keputusan, dia telah membebaskan belenggu yang mengikat sisi kemanusiaan.
Orang bijak, kata Muthahhari, adalah orang yang mempersiapkan “karena” dari setiap pertanyaan “kenapa” yang diajukannya. Kenapa saya memilih si dia? Karena dia judes, cantik, baik, tomboy, dll. Mengapa saya harus resign? Karena begini dan begitu. Semakin rasional, logis, masuk akal jawaban itu, konon itulah tolok ukur “bijak”nya seseorang.
Entahlah aku ini orang bijak atau bukan, sebab setiap dihadapkan dengan pertanyaan “mengapa”, selalu kujawab dgn sisi kemanusiaan yang paling dominan dalam hidupku, yaitu pertimbangan “rasa”. Mengambil keputusan dengan “rasa” bagaikan membangun sebuah bangunan di atas lumpur, mudah goyah dan berubah-ubah. Bahkan untuk hal yang menurut sebagian orang sangat menentukan keselamatan hidup di dunia-akhirat sekalipun, yaitu fiqh … selalu yg kucari adalah mazhab yang pendapatnya bisa nyaman di hati
Apalagi untuk urusan cinta … tidak ada “karena” dalam hal cinta, yg ada adalah “walaupun”.
Kembali ke “kenapa?” yang mb’nung ceritakan … efek domino semoga tidak terjadi. Teman2 sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan tanpa harus mengekor ke teman yg lainnya. Gejolak barangkali ada hanya sesaat, seperti naiknya harga BBM yang didemo di mana-mana tapi tak lama kemudian demo2 tersebut senyap bagai embun di atas buah apel yg segera menghilang diterpa mentari, cieh …
Selamat berjuang teman-teman …
Mei 22, 2008 pada 10:13 am
emang harus begini kali awalnya … untuk mendapatkan yang terbaik untuk semuanya … coba kita berhenti sejenak untuk memikirkan hal-hal yang positif … kali aja ‘ntar kita malah dapet kerjaan dari teman kita itu ha ha ha ha ha ha ha