Tanggung Jawab Jilid 1 Maret 6, 2008
Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Error aja.trackback
Hari ini aku tidak fokus. Aku menginput sebuah buku, yang entah kenapa membacanya saja rasanya sudah lelah duluan. Padahal belum apa-apa. Akhir-akhir ini aku memang kehilangan semangatku. Dan pertanyaannya mau berapa lama begini. Ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak produktif dan akhirnya akan menghambat cita-cita.
Harus melakukan perjalanankah aku?
Atau ini karena pengaruh pembicaraan panjang dengan seorang kawan lama pagi tadi. Percakapan yang membuatku berpikir lagi tentang banyak hal yang sudah kulalui selama ini. Betapa aku harus mulai mengambil peran. Dan itu sudah saatnya. Rasanya ini saat yang tepat. Entah kenapa, tapi perasaan itu ada. Jika kemarin-kemarin rasanya ragu-ragu, saat ini tidak. Ada tanggung jawab besar yang ada di pundakku. Dan itu lebih berat daripada tas yang kusandang setiap harinya. Aku sudah berlatih menyandang tas yang berat setiap hari, dengan maksud, ketika tanggung jawab itu akhirnya harus sampai ke pundakku aku sudah mempersiapkan diri.
Nah, dengan keadaan yang kualami saat ini, semua hal, yang berseliweran di kepalaku, di sekelilingku, dan semua hal yang beririsan dengan mozaik hidupku, ada yang harus kuputuskan, dan ada keegoisan yang harus kubunuh di sana. Keegoisan yang menyenangkan.
Bersambung… ke jilid 2
Tak sedikit orang yang pernah berada di posisi seperti ini. You’re not alone. Sekali dalam hidup, orang mesti menentukan sikap… Itu saja.