Man is more than all the essence together can say about him Februari 11, 2008
Posted by nurcha in Filosofi, My Mind, Tulisan aku!.trackback
Otak manusia memiliki berat kurang lebih satu setengah kilogram dan terdiri dari sel-sel dan cairan saraf. Berkaitan dengan hal ini ada satu hipotesis yang cukup kontroversial yang dikemukakan oleh Francis Crick satu dari dua penemu DNA. Dalam The Astonishing Hypothesis, Crick menggabungkan presentasi data dari neurosains dan filsafat materialis secara eksplisit.
Crick menyebutkan sebuah hipotesis yang mengejutkan bahwa kita-kebahagiaan dan kesedihan kita, memori dan ambisi kita, rasa identitas dan kebebasan kehendak kita –dengan kata lain emosi kita–pada hakikatnya tak lebih dari perlaku sekumpulan sel saraf dan molekul-molekul yang berkaitan. Sebagaimana yang dikatakan tokoh Alice dalam karya Lewis Carroll, “kita tidak lain adalah sekumpulan saraf”.
Pendapat Crick diatas mungkin boleh jadi mengandung kebenaran secara ilmiah, namun hal tersebut dilihat dari sisi lain oleh Alija Izetbegovic yang dikutip oleh Taufikurahman dalam pengantar buku Runtuhnya Teori Evolusi oleh Harun Yahya mungkin dapat dijadikan sebuah perenungan. Secara sudut pandang psikologi Alija mengungkapkan bahwa sains (psikologi) mungkin dapat melukis perkembangan manusia dengan baik, tetapi sains modern seringkali gagal menangkap dimensi hakiki dari realitas.
Pengetahuan mengenai perkembangan manusia adalah mungkin hanya jika manusia itu merupakan bagian dari dunia atau produk dunia. Namun ini tidak terjadi jika ia berbeda dari alam, manusia adalah makhluk yang didalamnya, jika dia adalah suatu kepribadian. Karena pada hakekatnya pertumbuhan dan perkembangan manusia bukan hanya sekedar hasil penjumlahan fungsi-fungsi biologi dan psikologi sebagaimana lukisan tidak dapat dikurangi nilainya setara dengan jumlah cat yang digunakannya, atau puisi dengan kata-katanya.
Morfologi dan psikologi ataupun neurosains hanya menggambarkan bagian luar dari manusia. Karena manusia bukan sejumlah atau beberapa materi pembangunnya. Manusia lebih seperti sebuah lukisan, sebuah masjid atau sebuah puisi. Man is more than all the essence together can say about him.
Komentar»
No comments yet — be the first.