jump to navigation

Ya Allah, Tuhan Februari 25, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Curhatan.
1 comment so far

Sekarang sedang mengedit, naskah luar biasa berat. Inilah naskah terberat yang ku edit. Baik secara konten maupun penulisannya. Rasanya pingin nangis. Mekaniknya banyak banget. Dan itu makan waktu dan tenaga luar biasa. Itu baru segi mekanik, belum baca isi. Tanda kutip, penulisan ayat, nama ayat, konsistensi. Allah, Tuhan. Luar biasa. Kontennya pun sangat kontemplatif. Sehingga harus bersih hati ketika membacanya. Jadilah mengedit naskah ini sambil menangis-nangis, nangis karena parahnya edit mekanik yang harus dilakukan, dan edit bahasa yang luar biasa, dan nangis kontemplatif yang mempertanyakan kembali mau apa hidup ini. Allah, Tuhan, Luar biasa. Subhanallah.

Cengeng Februari 25, 2008

Posted by nurcha in Curhatan, Error aja.
add a comment

Cengeng ini adalah salah satu karakterku. Aku termasuk orang yang mudah menangis, tapi seketika bisa berubah tertawa-tawa. Sambil menangis pun, walau tidak konsen, aku masih bisa bekerja. Memikirkan pekerjaan, dan hal-hal lain yang harus dikerjakan. Memang menangis tidak akan menyelesaikan masalah, tapi setidaknya hati akan terasa lebih ringan ketika sudah selesai menangis.

Jadi inget lagunya Dewa…

Menangislah… jika harus menangis, karena kita semua manusia  ….

Menangis tentu ada sebabnya. dan penyebab itu menoreh hati kita sehingga membuat kita menjadi menangis. Hari ini penyebabnya adalah 3 buah sms, yang sudah kuketahui ujungnya. Itu karena aku berharap lebih saja sebenarnya. Tapi, Allah berkehendak lain. Allah sedang berbicara kepadaku tentang kesabaran dan keikhlasan. Aku menontonnya dari film Ayat-Ayat Cinta kemarin. Ketika Fahri di penjara, dan teman sepenjaranya berbicara kepadanya tentang hal itu. Dan itulah yang terjadi padaku sekarang.

Tapi dengan begini, aku akan jadi lebih kuat dan aku akan mengoptimalkan semua kemampuan yang aku bisa. Aku bisa berhasil di mana pun aku berada.

Pemimpin yang Sempurna Februari 23, 2008

Posted by nurcha in Manajemen.
add a comment

by: Eileen Rachman & Sylvina Savitri
www.experd.com

Isu mengenai kepemimpinan selalu menarik. Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang pimpinan perusahaan yang oleh teman-temannya disebut sebagai ”orang besar”. Beliau sangat berhasil, banyak teman, aktif dan ’terpandang’ di kalangan organisasi profesinya dan sangat pandai menggolkan proyek jutaan US dolar. Ketika beliau berkesempatan untuk meninjau kembali gaya kepemimpinannya dan membandingkan kekuatan dan kelemahan dengan koleganya, sesama pimpinan perusahaan tersebut, ada yang berkomentar, ”Bapak tuh rabun dekat, sementara teman Bapak rabun jauh”. Maksudnya, beliau sangat visioner, berpikiran jangka panjang, sementara koleganya lebih memperhatikan detil yang ada di depan mata. Lah, kalau para pemimpin di perusahaan itu ’rabun’ semua, kok perusahaan bisa sehebat itu?

Harapan terhadap seorang pemimpin ideal memang banyak sekali. Saking banyaknya sehingga bahkan bisa berbentuk mitos, karena hampir tak pernah kita lihat terealisasi. Ada pemimpin yang pada tahap awal kepemimpinannya memunculkan konsep-konsep baru dan cemerlang, tetapi selanjutnya tidak mampu mengontrol situasi. Ada pemimpin yang kita tahu sebagai “slow starter”, sehingga setelah lama menjabat terasa tetap tidak melakukan “perbedaan” atau perbaikan keadaan. Tampaknya memang jarang terealisasi ada pemimpin yang mendekati kriteria ”sempurna”; ”No one person could possibly stay on top of everything”.

(more…)

Kenapa Jadi Editor? Februari 23, 2008

Posted by nurcha in All About Editing, Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.
1 comment so far

Judul di atas adalah hal yang sering ditanyakan orang kepadaku. Mengingat latar belakang pendidikanku yang mungkin tidak nyambung dengan bidang editorial. Selain itu, sayang katanya lulusan magister koq “cuma” jadi editor.

Aku memilih menjadi editor dengan sengaja menceburkan diri. Jika tidak, kenapa juga susah-susah milih jadi editor, kenapa tidak bekerja di LSM, atau departemen lain yang sesuai dengan latar belakang pendidikan aku. Atau banyak juga yang menawarkan untuk menjadi pengajar, jadi dosen. Kan lebih enak katanya. Kupikir-pikir mungkin iya, tapi entah ada yang tak sreg di hati ini.

(more…)

Percakapan Imajiner Februari 20, 2008

Posted by nurcha in Curhatan, Error aja.
1 comment so far

Semalam, aku mengetik percakapan imajiner dengan seseorang, dan ternyata percakapan imajiner tersebut benar-benar terjadi pada keesokan harinya. Pertanyaan yang hampir sama, dan aku berada pada sikap yang sama, persis seperti yang kutuliskan semalam. Adakah hukum tarik menarik lagi.