jump to navigation

Apakah aku yang terlambat paham? Januari 22, 2008

Posted by nurcha in Curhatan, Error aja.
add a comment

Kupikir tidak ada masalah ada load pekerjaan yang begitu banyak yang harus kukerjakan. Memang ada support dari teman-teman, tapi sekali lagi aku mengaca pada diriku, apakah aku yang belum bisa mengatur load pekerjaan dengan baik, belum bisa memanajemeni teman-teman dengan baik, dan sebagai dan sebagainya.

Aku tidak melihat hal yang ganjil–atau katakan itu sebuah kesalahan–pada orang lain. Aku hanya melihat, mungkin ada yang salah padaku, tuntutan padaku yang terlalu tinggi, aku yang semua dan semua, dan ya memang seperti itulah harusnya seorang editor yang baik.

Apakah aku tidak mencintai pekerjaanku? Apakah dan apakah dan sejuta pertanyaan lain yang menyambangiku. Sampai ada orang yang bertanya padaku, Nung ada yang salahkah? Ada sesuatu kah? Kenapa hilang senyum di wajahmu? Kenapa hilang keceriaanmu? Dan lain-lainnya. Aku hanya tersenyum saja, karena kupikir ada yang salah dengan aku.

Sampai akhirnya hari ini ada yang bertanya kepadaku, tentang hal itu, yang membantu aku menunjukkan, ini lo, Nung, ada yang miss di sini dan ada yang miss di sana. Kamu harus tau itu, dan kamu harus bicara.

Oh, aku paham, ternyata aku terlambat paham.
Jadi, intinya aku harus bicara.
Tunggulah aku bicara.
Aku hanya ingin keadilan bagi teman-temanku.
Aku hanya ingin melihat senyum di wajah mereka.
Aku hanya ingin melihat teman-teman bahagia ketika mengerjakan pekerjaan mereka.
Aku hanya ingin bisa membantu mereka sebisa yang aku bisa bantu.

Hadapi Saja - Iwan Fals Januari 22, 2008

Posted by nurcha in Uncategorized.
add a comment

Relakan yang terjadi takkan kembali
Ia sudah milikNya bukan milik kita lagi
Tak perlu menangis tak perlu bersedih
Tak perlu tak perlu sedu sedan itu
Hadapi saja
Pasrah pada Illahi hanya itu yang kita bisa

Ambil hikmahnya ambil indahnya
Cobalah menari cobalah bernyanyi
Cobalah cobalah mulai detik ini
Hadapi saja
Hilang memang hilang wajahnya terus terbayang

Berjumpa di mimpi
Kau ajak aku ‘tuk menari, bernyanyi
Bersama bidadari malaikat dan penghuni surga

David Risher, Jeff Bezos, dan DNA Perusahaan Amazon.com Januari 21, 2008

Posted by nurcha in Buku.
add a comment

Budaya merupakan hal yang fantastis. Budaya tidak selalu direncanakan jika budaya dibangun oleh beberapa orang pertama. Sekali budaya perusahaan terbentuk, budaya tersebut cenderung akan sangat stabil. Budaya tersebut akan tetap ada. Budaya tersebut akan mengakhiri sendiri pembangunan dirinya. - Jeff Bezos 

Pada 1996, saat ia berusia tiga puluh satu tahun, David Risher bekerja sebagai marketing executive di kantor pusat Microsoft di pinggiran kota Seattle. Kolega-koleganya menghormati kecerdasannya dan menyukai perilakunya yang tenang, sopan dalam berbicara, dan bijaksana. Mereka pikir, ia akan menjadi salah satu orang paling top di perusahaan yang paling sukses dan paling kaya di dunia tersebut. Risher penasaran untuk menjalani sebuah wawancara di sebuah perusahaan kecil yang baru berjalan hanya sekitar satu tahun dan telah banyak merugi. Perusahaan tersebut adalah Amazon.com, dan pendirinya, Jeff Bezos.

(more…)

Where You Going To? Januari 18, 2008

Posted by nurcha in Catatan Perjalanan, Curhatan, Error aja.
add a comment
Do you know where you’re going to?
Do you like the things that life is showing you?
Where are you going to?
Do you know?
Do you get what you’re hoping for?
When you look behind you there’s no open door
What are you hoping for?
Do you know?

Itu adalah sebait syair yang disenandungkan oleh Diana Ross lalu dipopulerkan kembali oleh Mariah Carey dan Jenifer Lopez. Pertanyaan yang diajukan oleh syair lagu ini sangat mendasar. Yang mempertanyakan kembali mau apa kita dalam hidup kita? Apakah kita ingin tetap berada dalam keadaan kita tanpa perubahan yang berarti dari tahun ke tahun, atau kita ingin selalu berubah dan menjadi lebih baik dan lebih baik selalu? Jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Untuk berubah, seringkali tantangannya begitu besar, dan kita seringkali tidak kuat menghadapi tantangan itu. Padahal itulah yang membuat kita akan menjadi lebih kuat dan lebih baik. Membangun kebiasaan baik itu sulit luar biasa dan penuh tantangan, tetapi mengubah kebiasaan baik menjadi buruk sangat mudah. Nah, yang membedakan adalah keinginan kita, niat kita. Mau untuk siapa, untuk perusahaan, untuk dipandang orang, atau untuk tujuan yang lebih besar dari itu. Semua orang seharusnya berpikir untuk mencapai pada tujuan yang lebih besar, yang membedakannya hanyalah keteguhan masing-masing orang untuk mencapai tujuan itu. Dan yang teguh dan berani mengambil risiko untuk berubah itulah yang kebanyakan sukses.

Agar bisa berubah dan mendapatkan hasil yang optimal, itu butuh perjuangan dan dukungan komunitas. Dan berbuat baik butuh perjuangan. Yang penting kita berbuat yang terbaik yang kita bisa. Karena jika kita berbuat baik itu artinya kita sudah berbuat baik kepada diri kita sendiri. Penghargaan, keberhasilan dan semuanya, itu hanya efek saja jika kita sudah melakukan yang terbaik.
See. Itulah. Semua harus diperjuangkan dan harus dijemput. Tinggal siapkah kita berjuang untuk menjemputnya? Jawaban itu ada dalam diri kita masing-masing.

The Toyota Way vis a vis Dunia Penerbitan Januari 15, 2008

Posted by nurcha in Buku, Catatan Perjalanan, Filosofi.
add a comment

Kemarin sore aku menyengajakan diri untuk membaca ringkasan buku unggulan The Toyota Way, karya Prof Jeffrey K. Liker. Aku ingin membacanya, itu pengetahuan penting buat aku tentang manajemen sebuah perusahaan, siapa tahu, kelak entah kapan aku punya perusahaan sendiri… he he he…. Amin.

(more…)