Cinta (ambil dari blog fsku)

Wah kalo ngomong soal ini, semua orang pasti punya versinya masing-masing…(heh heh heh). Entah betul entah tidak, kalo menurutku. Cinta itu mahal…, cinta pada manusia ada saja tarif yang harus dibayar. Apalagi cinta pada Allah yang menciptakan kita plus alam dengan segala isinya. Cinta itu membutakan mata orang yang mencintai hingga tidak peduli akan halangan apa yang akan diterjang dan apa yang harus dikorbankan demi memperoleh cinta itu. Cinta memang aneh dan punya tabiatnya sendiri. Cinta itu membuat orang menjadi asing. Asing bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

itulah misteriusnya cinta…. Sehingga tidak heran, mengapa ada begitu banyak ulasan-ulasan soal cinta. Cinta tidak pernah habis diulik dan diulas menjadi syair. Pun syair-syair yang dicipta pujangga, yang memuja-muja kata cinta dengan segala dilemanya.

Tapi….
Cinta manusia hanya sementara
Cinta manusia bisa tidak berbalas
Cinta manusia dapat tersia-sia
Cinta manusia kadang menyakitkan
Cinta manusia kadang menyesakkan
Dan segala lainnya,,,
Cinta …. cinta
Kata yang tidak pernah sepi disyairkan
Di pelabuhan manakah seharusnya cinta menambat sauh?
Ada di satu pelabuhan abadi yang bernama pelabuhan Ilahi
Dimana semua cinta akan menjadi indah
Jika bahtera-bahtera cinta itu berlayar menuju pelabuhan Ilahi
Dan berlayar berdasarkan atas cinta Ilahi

Ngomong-ngomong soal cinta…ada tulisan tentang cinta dan patah hati…dari Cecep Syamsul Hari

Cinta selalu kembali seperti gema…
Datang bagai angin, tanpa belas kasih memisahkan daun-daun kering dari rantingnya. Lalu meninggalkan kekacauan dalam hatinya. Dan akhirnya ia merasa sunyi.
Mungkin dalam sebuah novel percintaan yang malang dan seperti umumnya seorang dengan hati yang murung, ia mudah tergugah dengan kata-kata indah.
Sebenarnya mungkin cinta itu mengandung banyak kesedihan dari pada keindahan (atau lebih tepatnya patah hati…!!!)

Tetapi bukankah keindahan lahir dari kesedihan?
Konon suara seruling yang elok sebenarnya…
Sebenarnya ratapan tentang kesedihannya di masa lampau. Ketika sebagai sebatang bamboo ia dibelah dengan paksa, dipotong-potong, disayat-sayat, dilubangi dan dihaluskan.

Kata-kata ditakdirkan menjadi jendela rahasia untuk memahami hati seseorang yang muncul tiba-tiba dalam kehidupan seorang yang lain…

Tinggalkan Komentar