Aku berubah, cirebonku juga berubah

Ada banyak hal yang berubah, setelah hampir tiga bulan tidak pulang. Karena ketika pulang pun, akuhanya berdiam saja di rumah lantaran tidak ada cukup waktu untuk bepergian. Yang berubah mungkin yang tampak di luar. Contoh yang tampak terlihat jelas di kota adalah, bangunan Bank Indonesia. Ada banungan baru di sebelah bangunan asli yang lamanya. Dan arsitekturnya dibuat sedemikian rupa mirip dengan bangunan aslinya. Dan masih banyak lagi perubahan bangunan lainnya. Tambahan lagi, cirebon menjadi semakin panas. Dan panas yang menyengat.

Hari kedua lebaran, aku bersilaturahmi keliling kepada para adik-adik bapakku. Naik becak. Di cirebon ini yang paling enak naik becak. Naik angkot…kurang seru. Lebih seru naik becak. Kita betul-betul bisa mengamati dan menikmati cirebon dari dekat dan lebih seksama…eh salah…saksama. Lebih terlihat..mana-mana saja tempat yang berubah dari ingatan kita di masa lalu. Ruang dan waktu yang betul-betul berubah. Karena semuanya berubah, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Tapi ingatan, tempat di masa lalu, masih terpatri jelas di kepala ini. Apa tempat ini dulunya? Punya kenangan apa di tempat ini.

Sekolah aku dulu pun, sejak SD hingga SMA, telah benar-benar berbeda. Sekarang sudah jadi lebih baik tampaknya. Mungkin jika aku masuk ke dalamnya pun, sudah tidak banyak orang yang aku kenal di sana, atau bisa jadi sudah tidak ada sama sekali. Tapi meskipun ruang dan waktu telah berubah, tapi itu tidak menghapuskan catatan batin dan catatan lainnya bahwa aku pernah berbagi masa dan tempat di sana. Mencari ilmu, berbagi suka dan duka, dan semuanya. Ada catatan tak tertulis di sana, yang masih terpatri samar di kepalaku.

Aku berubah, cirebonku juga berubah. Meski begitu, aku masih cinta pada cirebonku ini. dan sejak saat ini bahkan sampai kapan pun, aku akan dengan bangga bilang, lihat…aku dari cirebon.

Cirebon, 2 Syawwal 1428 H

1 Komentar »

  1. loveprince berkata,

    Oktober 23, 2007 @ 12:40 am

    Gedung BI yg baru megah juga ya…. kurasa termasuk deretan bangunan “artistik” di kota ini….
    Ada satu lagi Nur, bangunan “baru” yg hampir jadi…. Attaqwa….

    Dan juga puluhan proyek renovasi sekolah…. pesenan menjelang pilkada…. Lucunya, bangunan yg baru dua tahunan di renovasi… ikutan juga…..

    Apapun itu, kota ini layak dibanggakan…..

    Just my passionate dream….. build a tallest library building in this city… a bit crazy, uh…. hehehe

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan Komentar