Menghapus Jejakmu

Ganjil sudah usiaku sekarang. dah 27, tampang masih kayak anak-anak dengan gaya cuek masa bodoh, dan ceplas ceplos kadang yang ga sadar dah nyakitin hati orang tanpa aku tahu. padahal tak ada maksud kesana dan berbuat itu. dan dengan kesadaran yang telat, aku baru merasa bahwa sikapku itu sudah menyakiti hati orang lain. padahal sungguh benar-benar tidak ada maksud untuk menyakiti hati orang.

dah lama banget rasanya ga ngisi blog. ga sempet dan ga menyempatkan diri lantaran, kalo ngisi blog ini bener2 mesti keluar dari hati dan pas ngetiknya ga ada orang yang ngeliatin. masalah ntar blog ini di baca orang atau tidak itu terserah.

entah kenapa ada seorang teman yang dulu dekat sekarang jadi jauh. kesalahanku juga kali. menghapusnya dari ruang hatiku juga bukan hal yang mudah. memang aku bisa bilang, dia pernah mengisi salah satu ruang dihatiku dan ketika ruang itu dia tinggalkan ada rasa yang kosong. rasanya patah hati. tapi ku pikir, masih ada ruang hati yang besar yang adalah milik Pemiliknya yang sejati. lantas kenapa harus merasa susah. tapi jujur saja bukan hal yang mudah. kadang lebih mudah mengingat orang dibanding mengingat Allah.

aneh ya, orang jatuh cinta itu. mencintai orang yang belum tentu membalasnya. lucu. rasanya lagunya peterpan yang menghapus jejakmu sama kukatakan dengan indah itu mirip banget sama aku. awalnya kukatakan dengan indah, lalu lama kelamaan jadi menghapus jejakmu. andaikan aku cukup arif dalam menyikapi semua keadaan ini. dan dia juga cukup arif untuk bijaksana dalam menyikapi keadaan ini. tapi nampaknya perbedaan dan ketidaknyambungan diantara kami tidak bisa ditoleransi lagi, setidaknya menurut dia mungkin begitu.

meskipun masih berharap, tapi aku menyadari, yang bukan akan menjadi milikku tidak akan menjadi milikku meskipun aku memaksa memintanya, meskipun mendapatkannya mungkin kurang tingkat kehalalan dan keridhaannya. dan yang akan jadi milikku tetap akan menjadi milikku meskipun sekuat tenaga aku menghindarinya.

aku harus tetap bersemangat, aku akan berjuang, bekerja lebih keras lagi dan lebih cerdas lagi. aku akan menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi. aku tidak akan membiarkan perasaan patah ini memengaruhi prestasi yang ingin ku raih. meskipun sempet sakit juga gara-gara dia ngirim sms yang ga penting dan menyakitkan. tapi sakit hati dan patah hati itu ada di satu ruang dan ruang itu akan tertutup ketika aku mengerjakan yang lain.

musafir, hanya berhenti mengambil perbekalan dan beristirahat, dan musafir ini akan terus berjalan menuju Rabbnya.

kan kata ariel juga…
engkau bukanlah segalaku
bukan pula tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

June 16, 2007 at 01:19 AM

1 Komentar »

  1. DM berkata,

    September 26, 2007 @ 9:14 am

    Ai… Ai…

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan Komentar