Manfaat naik KRL

Aku kangen naik KRL….ini tulisan orang yang pernah ku muat di fs tanggal 4 april lalu

———

Naik KRL ekonomi itu enak koq. Murah meriah dan lebih cepat sampai ketimbang naik motor. Sebelum mencobanya hampir setahun lalu saya akui memang merasa takut juga, namun ternyata enak-enak aja sih.

Dan juga ternyata saya menemukan manfaat lain dari KRL ekonomi selain sebagai
sarana transportasi (beberapa di antaranya tidak saya temukan di KRL ekspres), yaitu :

Pertama, melatih kekuatan otot, terutama otot lengan dan cengkeraman jari.
Akan lebih terlatih bagi yang suka bergelantungan di pintu. Boleh diadu
dengan latihan menggunakan palang bertingkat.

Kedua, melatih kelenturan tubuh, terutama di saat kereta sangat penuh dan
harus meliuk-liuk menembus segerombolan orang saat mau masuk dan keluar,
atau memberi jalan bagi orang lain untuk keluar masuk.

Ketiga, melatih keseimbangan diri, terutama pada saat berdiri dan tidak dapat
pegangan. Latihan akan lebih efektif jika kereta sedang dalam keadaan
super padat dan anda di berada tengah dekat pintu.

Keempat, mengurangi berat badan. Suhu yang tinggi di dalam kereta menyebabkan
Anda dapat berkeringat tanpa harus ikut sauna. Bisa mengurangi berat
badan Anda.

Kelima, melatih daya tahan. Anda harus bertahan terhadap kegerahan di siang
hari, angin dingin di malam hari terutama pada saat hujan, berbagai bau
yang tidak enak dan banyak hal-hal lain.

Keenam, memperkuat kekebalan tubuh. Berbagai bibit penyakit yang beredar
dalam krl ekonomi dan mengenai anda setiap hari akan berfungsi sebagai
vaksin yang akan memperkuat kekebalan tubuh Anda.

Ketujuh, Melatih ketelitian, kepekaan dan kewaspadaan. Anda dituntut untuk
selalu waspada terhadap copet dan orang usil dan juga harus teliti
supaya tidak turun di stasiun yang salah, terutama jika anda kebetulan
dapat fasilitas 3G (Gerbong Gelap Gulita).

Kedelapan, berlatih efisiensi dan strategi, terutama jika anda harus membawa
bawaan yang banyak atau fragile (mudah rusak) dalam krl yang super
padat. Anda dituntut untuk melakukan packing yang aman dan efisien
sehingga barang bawaan anda tetap selamat dan anda dapat naik dan turun
kereta dengan cepat mengingat krl berhenti hanya beberapa puluh detik saja.

Percaya atau tidak, saya merasa lebih sehat dan kuat dibandingkan sebelum saya naik KRL Ekonomi.

(bayu)

dan ini terbukti padaku paling tidak percaya atau tidak..kalo hari kerja berat badanku stabil antara 45-46 kg..tapi kalo dah hari libur..berat badanku 47-48…mungkin efek “mandi sauna” dikereta api yang puenuh banget..he he he..

1 Komentar »

  1. DM berkata,

    September 26, 2007 @ 9:08 am

    Saat mengerjakan buku-buku P.A.T., aku selalu rutin menggunakan KRL ekonomi Depok-Bojonggede. Dan di atas kereta-kereta semacam itu-lah aku justru merasa menjadi diri sendiri.

    Rumah-rumah yang berlarian, pohon-pohon yang berkelebatan, sawah-sawah yang menyejukkan mata, penumpang yang bersahabat, pedagang yang meramaikan suasana, pengamen yang menghibur, juga pencopet yang membuat hidup terasa lebih bermakna… :)

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan Komentar