Posted by: nurcha on: Agustus 13, 2007
Di Eropa, terutama di Inggris, Belgia, Belanda, Irlandia, Swiss, dan Swedia, telah dikembangkan sebuah produk pangan baru, yakni mycoprotein yang dipasarkan dengan nama dagang Quorntm. Mycoprotein merupakan nama generik yang diberikan pada biomassa yang kandungan asam ribonukleatnya (RNA) telah dikurangi. Mycoprotein terdiri atas hifa (sel-sel) organisme kultur PTA 2684 kapang Fusarium venetatum. Fusarium venetatum sendiri merupakan kapang yang aslinya ditemukan tumbuh di sebuah area Buckinghamshire Inggris.
Seperti minyak Canola yang diproduksi Amerika, mycoprotein juga memiliki sejarah tidak pernah dikonsumsi manusia sebelumnya. Oleh karena itu, masih banyak pihak yang meragukan aspek keamanan mycoprotein ini. Akan tetapi, berdasarkan panel pakar di Amerika dengan meninjau seluruh data pada tahun 1998, maka dinyatakan bahwa proses pembuatan mycoprotein ini dapat menghasilkan suatu produk yang konsisten dan bebas dari cemaran-cemaran yang mungkin membawa risiko pada kesehatan manusia.
Tampaknya, ke depan, mycoprotein akan dapat menjadi alternatif pengganti daging bagi para vegetarian. Mycoprotein memiliki fungsi fisik yang menguntungkan, yaitu sebagai pengganti serat otot. Mycoprotein dikatakan dapat menggantikan fungsi serat otot. Hal ini berkaitan dengan bentuk dan ukuran dari hifa Fusarium venetatum di mana panjang hifanya 400-700 mikron dan diameter 3-5 mikron dengan frekuensi cabang 1/250300 yang menyerupai morfologi sel-sel otot hewan. Selain itu, bila dibandingkan dengan daging, produk mycoprotein mempunyai kadar lemak yang lebih rendah, lemak jenuh lebih rendah, dan tidak ada kolesterol.
Secara nutrisi, kandungan gizi mycoprotein cukup baik karena hasil analisisnya menunjukkan bahwa mycoprotein mengandung asam amino esensial dengan kadar lemak 2-3,5 persen Komposisi asam lemak mycoprotein lebih mirip sumber pangan nabati daripada sumber pangan hewani.
Selain itu, ada keunikan tersendiri dari mycoprotein ini, yaitu kombinasi yang tidak umum. Ketidakumuman tersebut disebabkan mycoprotein selain merupakan sumber protein yang baik juga kaya serat. Serat tersebut berasal dari komponen dinding sel yang mengandung sekitar 6,25 gram serat makanan per 100 gram sel.
Keunggulan lain mycoprotein adalah tidak mengandung asam fitat dan garam fitat (zat antinutrien yang dapat menghalangi penyerapan zat besi) sehingga dapat dikatakan bahwa mycoprotein tidak akan mengganggu penyerapan Ca, Mg, P, Zn, dan Fe. Ditambah lagi mycoprotein memiliki kerapatan energi lebih rendah sehingga memberikan efek mengenyangkan dan juga dapat mereduksi kolesterol serum total.
Dari segi rasa, mycoprotein memiliki rasa yang netral (bebas). Selain itu, pada produk alternatif daging yang terdiri atas 90 persen mycoprotein berat produk tidak ada aftertaste (rasa pahit yang tertinggal setelah makan tempe misalnya).
Untuk menjamin keamanan mycoprotein telah secara luas dilakukan. Sebuah penelitian dilakukan untuk menilai toleransi manusia terhadap mycoprotein.
Dalam penelitian tersebut, sukarelawan diberikan beberapa tingkat mycoprotein yang berkisar 10-40 g/hari. Dan untuk periode 1-30 hari, hasilnya menunjukkan bahwa mycoprotein dapat diterima oleh manusia dan potensial alerginya juga rendah.
Dengan ini, mycoprotein dapat dikatakan memiliki asal-usul keamanan yang kuat sehingga dapat menjamin keamanan mikrobiologis dan mutu sensorinya. Selain itu, mycoprotein tidak terkait dengan bahaya potensial yang umum terkait dengan pengolahan daging.
Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mengganti daging dengan mycoprotein? Akan tetapi, sejauh ini, sepengetahuan penulis, produk mycoprotein ini tampaknya belum dikembangkan di Indonesia.
Kompas, Senin, 28 Juli 2003
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0307/28/ilpeng/454698.htm
Mohon kiranya kami dijelaskan cara memperoleh mycoprotein secara mudah (disekitar kita). terimakasih
Juli 9, 2008 pada 2:44 am
bagus sekali