Make Your Own Starbucks Experience!
Pengarang : Joseph A. Michelli
Penerbit : Esensi Erlangga
Sampul : Hard Cover
Ukuran : 14.5 x 21.5 cm
Jumlah Halaman : 233 hal
Harga : Rp 60.000,00
“Kami adalah pebisnis, pasti, tetapi kami adalah orang-orang yang menginginkan sesuatu yang lebih dalam hidup kami daripada bekerja. Kami ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi orang lain. Kami bisa dan mau mengabdikan diri kami kepada orang lain.” –Renny Freet, Salah seorang Manajer Wilayah Starbucks.
Jika Anda berkesempatan menjelajahi dan menikmati buku ini dari halaman pertama hingga akhirnya, yang akan Anda temukan adalah keteladanan, konsistensi, dan kemanusiaan. Betapa keteladanan dari para pemimpin sebuah perusahaan dapat membangun sebuah budaya yang ‘diamalkan’ oleh seluruh karyawannya.
Buku ini mengisahkan tentang sinergi mutualisme antara pimpinan, mitra (demikian manajemen Starbucks menyebut para pekerjanya), konsumen, dan seluruh pihak yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan Starbucks ini.
Ada lima nilai yang ‘wajib’ diamalkan oleh para pemimpin, manajemen, dan mitra Starbucks. Kelima nilai itu adalah lakukan dengan cara Anda, semuanya penting, surprise and delight, terbuka terhadap kritik, dan leave your mark. Kelima ‘amalan’ nilai inilah yang diintisarikan oleh Joseph Michelli pendiri Lessons for Succes sebuah perusahaan pelatihan, konsultasi, dan penyelenggara seminar. Michelli yang ‘penasaran’ dengan kesuksesan Starbucks, mencoba mencari jawabannya. Lalu selama 18 bulan Michelli tenggelam bersama segala aspek yang berhubungan dengan Starbucks dan hasilnya adalah buku the Starbucks experience ini.
Micheli mengungkapkan bahwa Starbucks experience ini dapat ditemukan pada dua tingkatan yang sangat berbeda dalam perusahaan Starbucks itu:
- dalam budaya perusahaan yang unik. Para pemimpin dalam perusahan ini menciptakan sebuah budaya unik bagi para mitra di mana pemberdayaan, kewirausahaan, kualitas, dan pelayanan dianggap sebagai nilai-nilai perusahaan.
- dalam upaya mewariskan nilai-nilai tersebut kepada para mitranya. Para mitra selanjutnya membantu menciptakan sebuah pengalaman yang personal dan unik untuk para konsumen. Pemahaman terhadap prinsip-prinsip ini dan pengetahuan mengenai bagaimanan para pemimpin dan para mitra (julukan yang digunakan Starbucks untuk para karyawannya). Starbucks mengembangkan perusahaan mereka dengan budaya unik. Budaya yang biasa saja, tapi ‘pengamalannya’ secara konsisten telah membuahkan hasil yang luar biasa.
Salah satu kunci sukses Starbucks adalah membangun perusahaan dengan berbagi kesuksesan bersama semua orang yang terlibat di dalamnya dan tidak mengabaikan para mitra dan menjadikan mereka sebagai para pemegang saham yang memiliki bagian keuntungan perusahaan. Jajaran eksekutif Starbucks terus menerus besedia dengan penuh rasa hormat untuk berbagi profit dengan para karyawannya. Dan ini membuat para mitra tersadar akan pentingnya hubungan langsung antara kerja keras mereka dan kesuksesan bisnis perusahaan.
Iklim kerja yang menyenangkan dan manusiawi dalam perusahaan ini juga membangkitkan gairah serta kreativitas karyawan terhadap pekerjaan mereka. Iklim kerja itu dibangun atas komitmen untuk menyediakan sebuah lingkungan kerja yang hebat dan memperlakukan satu sama lain dengan rasa hormat dan bermartabat. Penerapan komitmen itu dilaksanakan dengan tekad baik perusahaan menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap para karyawannya dan memperlakukan mereka dengan penuh hormat. Kerangka berpikir tersebut menular dari para eksekutif ke ribuan karyawan di seluruh dunia.
Secara singkat, manajemen Starbucks memilih manajemen keterkaitan personal untuk menciptakan interaksi yang “istimewa” berupa hubungan emosional antara jajaran eksekutif dengan para mitra, konsumen, dan para stakeholder perusahaan ini.
Masih ada banyak lagi yang terserak dalam buku ini untuk dijadikan teladan dalam membangun diri Anda dan budaya perusahaan Anda. Hal yang terpenting dan juga menjadi penutup dan mungkin ‘nyawa’ dari buku ini adalah ungkapan “Anda bisa menjadi perubahan yang Anda ingin lihat di dunia ini”.
Jadi, pilihan yang harus kita buat adalah memberikan yang terbaik dari diri kita. Dan pernyataan dari Margaret Mead seorang antropolog, ”jangan pernah meragukan bahwa sekelompok kecil orang yang memiliki komitmen dan peduli bisa mengubah dunia. Bahkan, kelompok inilah satu-satunya yang pernah mengubah dunia.”
Akankah kita menjadi salah seorang di antaranya?
Kota Kembang, 12 Agustus 2007