Kematian
kematian, pasti akan terjadi. entah kapan. tapi itu pasti terjadi dan setiap orang pasti akan mengalaminya termasuk saya.
kematian teramat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. kapanpun dan dengan sebab apapun setiap makhluk bisa mati. jika Allah berkehendak tentunya.
hanya saja yang perlu jadi pertanyaan…
kita mau mati seperti apa?
kita ingin setelah mati orang mengenang kita seperti apa?
Bisa dibilang itu pertanyaan duniawi…
tapi mestinya ada pertanyaan lain yang muncul
kita ingin menghadap pemilik kita dengan bagaimana?
apa amalan unggulan kita yang bisa menjadi kendaraan kita menuju syurga-Nya
bagaimana kita mempertanggungjawabkan semua yang telah kita lakukan di dunia, segala kelalaian dan segala kesalahan kita kepada-Nya?
telahkah kita menunaikan semua hak Allah, hak orang tua, dan semua hak orang lain atau makhluk atau bahkan alam dengan baik?
dan semua pertanyaan tentang seberapa besar dan seberapa banyak bekal yang bisa kita bawa untuk menghadap-Nya.
life and death
maybe it`s just about choice, decision, and reason
how to make a choice, pick a decision, and why
it’s just our choice
what things that we`re gonna decide
Mahendra Karna berkata,
Agustus 30, 2007 @ 3:25 pm
apa amalan unggulan kita yang bisa menjadi kendaraan kita menuju syurga-Nya
tau yang paling baik non….beribadah kepadaNya tanpa menuntut apapun dariNya. Bolehlah kalo kita ingin selalu disayangiNya. itu sih Lumrah…..Mau di kasih surga kek, neraka kek terserah Dia. toh kita adalah makhlukNya. terserah Ia mau menempatkan kita dimana….Di surga ya gak masalah, di neraka ya gak apa2.
Kalo kita mengharapkan surga dariNya lantaran kita telah berbuat baik, itu sih bukan karena Sang pencipta..tetapi karena surgaNya (masih mengharapkan materi dong). Lalu apakah ibadah kita diterima yang sebenar - benarnya kepadaNYa??????
Semua milik Sang Pencipta, kebaikan pun milik Sang Pencipta karena semuanya memang milikNya.
Menuntut Syurga bukan pilihan yang baik non…karena segala kebaikan yang kita kerjakan adalah dariNya. Nah kalo kita melakukan kesalahan, itu murni karena kita sendiri. bukankah Ia selalu menunjukkan sesuatu kepada kita. jika kita berbuat salah, pasti hati kita gak nyaman bukan????
Nah kalo semua kebaikan dariNya, lantas kalo kita menuntut kepadaNya surga apa etis???? sedangkan kebaikan itu asalnya dariNya.
“Bukan syurga atau neraka tujuan kita, tetapi kasih sayang Sang Pencipta itulah tujuan kita terserah dimanapun dan kapanpun kita ditempatkan olehNya”