jump to navigation

Toilet Reading Juli 31, 2007

Posted by nurcha in My Mind.
trackback

Jadi teringat sesuatu kan?

Ya toilet reading ini mungkin kedengerannya mirip-mirip sama toilet training yang dilakukan sama adik-adik kita  yang masih kecil-kecil yang  baru menyesuaikan diri untuk mandiri ke toilet untuk melakukan kegiatan number one dan number two.

Entah  ini kebiasaan baik atau buruk. Mungkin tidak beradab bagi bukunya atau tepatnya tidak berperikebukuan, tapi itu sangat berperikewaktuan dan menyenangkan. Maaf, kalau terdengar agak saru, tapi toilet reading menurutku sangat menyenangkan. Kenapa? Kalau aku sih ngerasanya rugi aja. Rugi mata dan rugi pikiran pas di toilet. Lantaran melakukan kegiatan number one itu (alias BAB) kan lumayan makan waktu. Kalau bengong saja rasanya rugi, karena itu kalo berasa ingin  buang hajat…ya aku mencari teman yang baik…ya  buku itu. Memang risikonya, buku bisa saja jatuh dan terendam di air, atau tersiram, atau apa saja deh…itu kan sebenarnya tidak beradab bagi buku…menzalimi buku.

Sama juga tidak ya dengan mencari ilham…tak taulah. Tapi, aku pernah baca, kalau ada juga penulis terkenal yang mencari ilhamnya dengan duduk di toilet.

Kota kembang, 4 Juli 2007

Nurchasanah

Komentar»

No comments yet — be the first.