Resensi State of War Juli 31, 2007
Posted by nurcha in Buku.trackback
Zenit, an Imprint of MQS Publishing Presents
State of War
Irak, Iran, Afghanistan, dan Korea Utara, Disebut oleh Bush sebagai Poros Setan (satanic axes), pasca penyerangan 11 September 2001. keempat negara tersebut dianggap pembangkang karena tidak mau menuruti kemauan Amerika.
Dalam rentang lima tahun setelah serangan 11 September Bush telah berhasil melakukan penyerangan pada Afghanistan dan Irak serta mengklaim kemenangan besar di sana. Segala cara dihalalkan untuk menunjukkan kembali dominasi Amerika pada dunia.
Osama bin Laden yang dituduh sebagai dalang serangan 11 September diubek di seluruh sudut Afghanistan dan Irak, masih belum ditemukan hingga saat ini. Semua pengikut al Qaida dicari hingga diseluruh dunia. Amerika menjadi sangat paranoid terhadap semua hal yang berbau timur tengah terutama pria dewasa asal timur tengah.
Pemerintahan Bush melakukan penyadapan tanpa landasan hukum; mencuri data-data telepon dan catatan bank milik jutaan warga AS, meluncurkan operasi pengumpulan data melalui kaki tangan militer AS, mengawasi para demonstrator anti perang, memenjarakan warga AS atau warga keturunan timur tengah yang muslim tanpa alasan yang jelas tanpa batas waktu dan tanpa di adili.
Di luar negeri, terdapat praktik teknik kekerasan dalam pemeriksaan tahanan, penyiksaan, pembantaian warga sipil, pendirian penjara rahasia CIA, dan praktik gelap pengalihan tawanan, penculikan para tersangka yang kemudian dikirim ke negara lain untuk di tahan secara rahasia.
Semua ini dilakukan atas nama perang global terhadap teror. Bush memanfaatkan serangan 11 september untuk membenarkan ekspansi radikal kekuasaan kepresidenannya sekaligus mengingkari komitmen kuat AS terhadap HAM.
Ironisnya, dalam lima tahun pasca penyerangan itu, Bush justru sangat merugikan AS dan kedudukannya di dunia dan membuat ancaman terorisme semakin meningkat. Perang Irak dan Afghanistan menciptakan kondisi rawan dan menyuburkan terorisme.
Serangan Amerika ke Afghanistan telah membuat negara tersebut berkubang dalam kekerasan. Negara boneka bentukan AS tidak mampu meredam kekacauan di sana hingga saat ini. Selain itu, serangan AS ke Afghanistan membuat negara itu menjadi narco-state alias negara narkoba, lantaran produksi OPIUM Afghanistan menjadi tak terkendali pasca penyerangan AS ke sana.
Kekacauan pasca perang di irak dan Afghanistan tidak menjadikan mereka mengambil pelajaran dari kejadian itu, mereka mulai bersiap-siap menyerang iran, lantaran “kebandelan iran” meneruskan program pengembangan nuklirnya.
Amerika, dengan segala kepongahannya masih menganggap dirinya sebagai polisi dunia, padahal kebobrokan dan segala konspirasi busuk dalam pemerintahan Bush, CIA, NSA, dan badan-badan terkait lainnya telah banyak diungkapkan.
Kisah seputar aksi mata-mata di dalam negeri AS, demi kesetiaan politik atas nama keamanan nasional, dengan mengandalkan sumber-sumber berita koran: State of War (Negara Haus Perang) mengingatkan kembali pembaca akan kasus serupa pada era pemerintahan Nixon.
Atas usahanya yang gigih dan berani menghadapi akibat yang ditimbulkan oleh tulisannya, seorang wartawan New York Times, James Risen menyajikannya dengan cerdas dan menggigit ke hadapan Anda.
Penerbitan buku State of War ini sangat mengejutkan khalayak, James berhasil mendapatkan kisah-kisah rahasia dengan akurasi yang tinggi dari balik tembok gedung putih.
James Risen mengungkap berbagai kisah seputar penyalahgunaan kekuasaan pemerintahan Bush, mulai dari aksi penyadapan ilegal, pencarian data keuangan, hingga operasi kotor CIA.
Risen menunjukkan berulang kali bahwa kekuasaan eksekutif telah bertindak melewati batas, menghindari pembatasan dan pengawasan terhadap kekuasaan yang digenggamnya, serta menjaga kerahasiaan, bahkan terhadap para sekutunya di Kongres sekalipun. Berkat buku karya James Risen ini, “sejarah rahasia” pemerintahan Bush yang disembunyikan selama bertahun-tahun mulai terungkap sebagian.
Dapatkan kisah selengkapnya dalam buku Negara Haus Perang (State of War)
Sebuah Laporan Eksklusif tentang Ambisi dan Penyalahgunaan Kekuasaan dalam Pemerintahan Bush.
Kota Kembang, 31 Juli 2007
Nurchasanah
Komentar»
No comments yet — be the first.