jump to navigation

Mei…maafin aku Juli 28, 2007

Posted by nurcha in Curhatan.
add a comment

rasanya ngerasa bersalah banget sama memey.   kenapa?  Lantaran, aku kan jadi kopieditornya  buku yang dia edit, tapi aku tidak mengerjakannya dengan maksimal. aku terlalu sibuk dengan naskahku sendiri. serasa kerjaan bertumpuk-tumpuk. dan aku sebenarnya tidak begitu tertarik dengan naskah itu. aku juga ga tau kenapa. ga semangat aja bacanya ga ada darahnya. aku tau dan aku ngerasa mungkin mey juga kesel sama aku, aku  rasanya tidak bertanggung jawab banget. mei…maafin aku ya…

terakhir, naskah itu dibaca sama asmen, hiks hiks masih banyak banget yang salah, dan wajah memey yang manis itu berbalur kekesalan dan kemarahan, dan aku hanya bisa diam dan menghibur sedikit-sedikit. padahal naskah itu harus naik cetak hari kamis kemarin, dan tekanan pada mei juga jadi berlipat-lipat.

kamis itu juga ada rapat. dan aku merasa tersindir habis-habisan. mengedit itu adalah masalah gaya selingkung.  seorang editor, harus bisa mengendalikan dirinya sendiri untuk tidak hanya sekadar asal mencoret dan mengganti kata atau kalimat sesuai dengan kehendaknya sendiri.  aku hanya terpekur saja saat itu sambil mengenang dosa-dosa editan yang pernah kulakukan, sejak buku yang pertama ku edit hingga buku yang terakhir.

menyesal…pastinya…tapi aku heran, kenapa antusiasme ku jadi berkurang drastis begini. sekacau-kacaunya aku di kantor lama rasanya tidak pernah hingga sekronis ini.

tapi, ya sudahlah. toh sudah selesai. besok-besok jangan diulangi lagi. harus semangat. buku apapun yang diedit. jangan menyerah. harus tetap semangat dan berjuang.

it’s your journey nur. you must pursue your own happiness.

Kota Hujan,  28 Juli 2008

Nurcha-