ketika mencuci piring pagi ini, ada banyak sekali lintasan pikiran. yang benar-benar terlintas dan cukup dalam kesannya adalah mengambil hikmah dari setiap kejadian. saya jadi teringat ketika menjadi ghostwriter untuk salah satu buku. itu menjadi salah satu bahasan utama di sana.
setiap kejadian pasti ada hikmahnya, baik itu kejadian yang pahit atau yang manis. termasuk kejadian yang terjadi baru-baru ini di dekatku. kesalahpahaman dan semacamnya yang menjadi inti permasalahannya bisa jadi demikian. saya jadi berpikir, memang sulit sekali melaksanakan ungkapan, walk the talk, melakukan apa yang kita ucapkan. tidak hanya orang biasa, saya berpikir tentang para pendakwah, guru, pemimpin, atau motivator. jika mereka atau kita tidak walk the talk, penilaian orang langsung berubah. kepercayaan langsung hilang. yang ada hanya sinisme. prasangka buruk. dan kita senang sekali jika memberi makan prasangka buruk itu dengan cerita-cerita yang ingin kita dengar. bahkan kita merasa senang jika ternyata prasangka buruk kita itu benar. bukan kita, tapi saya.
dari kejadian-kejadian tersebut, saya teringat ungkapan, jangan lihat siapa yang berbicara, tapi dengarkan konten pembicaraannya. jadi tidak penting siapa yang berbicara, apakah dia melaksanakan apa yang diomongkannya, tapi yang terpenting adalah kita, eh saya, mengambil hikmah dari apa yang diungkapkannya.
saya jadi mengerti juga, mengapa rasulullah saw, diturunkan dan dicontohkan menjadi seorang yang benar-benar berakhlak mulia. karena karakter dasar manusia yang suka mencela akan selalu mencari celah di mana dia bisa mencela orang lain. dan rasulullah, adalah contoh yang bisa dibilang tanpa cela berkaitan dengan akhlaknya. rasulullah dan generasi-generasi awal.
saya harus banyak-banyak beristigfar. belakangan ini hati saya kotor sekali. luruskan niat-luruskan niat. jangan menilai orang lain kalau sendirinya belum sempurna. jangan menilai buruk orang lain, padahal bisa jadi dia lebih baik dari kita.
terlepas dari apa pun, yang terbaik adalah banyak-banyak becermin dan menghisab diri sendiri. mengevaluasi diri, memperbaiki diri dan banyak-banyak bertobat mohon ampunan kepada Allah swt.
Astagfirulllah, Ya Rabb, ampuni hamba
Rabbana zalamna anfunsana wa illam tagfirlana, watarhamna lanaakunanna minal khasiriin.
Laa ila ha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzhalimiin…
0.000000
0.000000